Hasil Pemilu Legislatif 2019, PDIP Kuasa 22 Kecamatan di Banyumas

PERISTIWA | 19 September 2019 20:13 Reporter : Abdul Aziz

Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memerahkan warna peta politik hasil Pemilu legislatif DPRD Banyumas 2019. Peta politik tersebut disusun berdasarkan perolehan suara tertinggi parpol di setiap kecamatan dari dokumen DB1-KPU.

Ketua KPU Banyumas Imam Arif Setiadi mengatakan, dari peta politik PDIP menguasai 22 kecamatan. 22 kecamatan tersebut dalam peta berwarna merah.

Sebaran suara PDIP yakni di Purwokerto Utara, Purwokerto Selatan, Purwokerto Timur, Purwokerto Barat, Patikraja, Baturraden, Sumbang, Kembaran, Sokaraja, Kalibagor, Banyumas, Somagede, Sumpiuh, Kebasen, Jatilawang, Wangon, Gumelar, Ajibarang, Pekuncen, Cilongok, Karanglewas dan Kedungbanteng.

Sedang sisanya, lima kecamatan milik empat partai lain. Keempatnya adalah Partai Golkar meraih suara terbanyak di Kecamatan Purwojati, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Lumbir, Partai Gerindra di Rawalo dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kemranjen dan Tambak.

"Dibandingkan peta politik 2014 ada perbedaan karena perubahan partai pemenang di kecamatan. Perubahan
di Kecamatan Lumbir, Purwojati, Rawalo, Kedungbanteng, Kemranjen dan Tambak," kata Imam.

Hanan Wiyoko, anggota KPU Banyumas merinci keterangan bahwa pada peta politik 2014 untuk Kecamatan Lumbir yang menang Partai Golkar. Namun di Pileg 2019 pemenang beralih ke PKS. Sedang di Kecamatan Purwojati pada 2014 yang menang PDIP. Namun kini beralih ke Partai Golkar.

Untuk Kecamatan Rawalo pada 2014 dimenang PAN. Tapi kini dimenangkan oleh Gerindra. Kemudian Kecamatan Kedungbanteng pada 2014 yang menang PKB kini menjadi PDIP. Untuk Kecamatan Kemranjen dan Tambak, pada 2014 lalu milik PDIP. Kini berubah hijau milik PKB.

"Perubahan ini kami analisa terjadi salah satu faktornya berkat kinerja caleg yang berkompetisi dalam Pileg 2019 kemarin. Secara perseorangan di kecamatan-kecamatan tersebut ada yang menonjol atau menjadi basis massa sehingga bisa memberi warna," kata Hanan.

Dia berharap dengan disusunnya peta politik hasil Pemilu 2019 bisa menjadi kajian data bagi berbagai pihak. Selain penyusunan peta politik yang sudah tersaji ini, KPU Banyumas juga sedang mengolah data hasil Pemilu lainnya.

Baca juga:
Tunggu Keputusan DPP, PDIP dan Demokrat Belum Serahkan Nama Pimpinan DPRD DKI
Klan Dinasti Natakusumah dan Jayabaya Berebut Dukungan PDIP di Pilkada Pandeglang
Pilkada Serang, Petahana Tatu Chasanah Hingga Peneliti LIPI Berebut Tiket PDIP
Dua Partai Belum Serahkan Nama Pimpinan, DPRD DKI Beri Perpanjangan Waktu
PDIP: Silakan Gibran Daftar Pilkada Solo 2020, Tapi Harus Lewat Mekanisme Berlaku

(mdk/cob)