Hasil Rapid Test Ratusan Petugas Medis ODP di RSUP Sanglah Negatif Covid-19

Hasil Rapid Test Ratusan Petugas Medis ODP di RSUP Sanglah Negatif Covid-19
PERISTIWA | 30 Maret 2020 17:33 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - 175 Tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, yang berstatus Orang Dalam Pemantau (ODP) Corona Virus Disease (Covid-19) telah menjalani pemeriksaan rapid test. Hasil rapid test ratusan tenaga medis itu negatif Covid-19.

"Rapid test negatif, jadi semua sudah di rapid test dan negatif," kata
I Wayan Sudana selaku Direktur Utama RSUP Sanglah di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Senin (30/3).

Dia mengatakan, rapid test itu dilakukan setelah sebelumnya para tenaga medis itu sempat melakukan kontak dengan seorang dokter asal Universitas Airlangga, Surabaya, yang menjadi pasien positif Covid-19.

"Jadi sebelum memang ada tenaga-tenaga kita yang kontak dengan salah satu Covid-19. Sehingga sesuai dengan ketentuan SOP-nya tentunya ditelusuri dan hasil penelusuran itu ada sekitar 175 orang, tentunya kita kategorikan dalam kriteria ODP," ujarnya.

"Nah selama ODP pemantauannya sampai saat ini kondisi teman-teman kita tersebut baik dan sehat semua. Mereka tetap sehat dan kalau sudah 14 hari tentunya bisa tidak diisolasi lagi, tidak pemantauan lagi," sambung Sudana.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di Bali, untuk mengantisipasi virus Corona dengan menjaga stamina tubuh dan juga menjaga kebersihan dirinya dan lingkungannya.

"Karena ini virus bagaimana juga ini terkait dengan stamina tubuh kita. Tentunya di dalam tubuh kita sendiri sudah ada mekanisme perlawanan untuk melawan virus. Tentunya yang perlu diperkuat daya tahan tubuh kita dengan menjaga stamina tubuh kita sangatlah penting," ujar Sudana.

Selain itu, ia juga menyampaikan bagaimana virus itu agar tidak masuk ke tubuh ialah dengan menggunakan masker, jangan lupa cuci tangan setiap melakukan aktivitas dan setelah melakukan aktivitas.

"Kemudian mengurangi meraba tangan kita (sehingga tidak) kontak dengan mata dengan hidung dan mulut sebagai tempat masuknya virus tersebut. Tentunya juga menjaga kebersihan lingkungan ini sangat penting sehingga kita terus melakukan disinfektan, desinfeksi, melakukan penyemprotan, pembersihan secara berkala di tempat lingkungan kita berada," ujarnya.

"Kemudian untuk masyarakat sedemikian mungkin tinggal di rumah masing-masing jangan keluar. Jadi tetap membatasi diri untuk tetap berada di rumah masing-masing," ujar Sudana.

Seperti yang diberitakan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Ketut Suarjaya membenarkan, terkait seorang dokter residen asal Universitas Airlangga, Surabaya, yang menjadi pasien positif virus corona atau Covid-19

Dokter itu, sebelumnya bertugas di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, sejak tanggal 2 hingga 15 Maret 2020 lalu. Saat ini, dokter residen itu telah diisolasi di RSUD Soetomo, Kota Surabaya, Jawa Timur.

"Iya infonya benar," singkat Suarjaya saat dikonfirmasi, Jumat (20/3) lalu.

Ia menambahkan, pihaknya sedang melakukan tracing kepada orang yang sempat kontak dengan dokter tersebut. "Kami sudah lakukan tracing contact. Itu saja infonya," ujar Suarjaya. (mdk/gil)

Baca juga:
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana 'Menang' Lawan Corona
Wakil Wali Kota Bandung Sembuh, Wali Kota Cimahi Dinyatakan Negatif Corona
Pemerintah: Negatif Saat Rapid Test Tak Berarti Kebal Covid-19
Pasien Covid-19 yang Sembuh di Surabaya dapat Pendampingan
Diapit Cellica dan Bima Arya, Airin Rachmi Diany Negatif Corona
Hari Pertama Rapid Test di Depok, Tenaga Medis di Puskesmas Limo Negatif Corona

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami