Hasto sebut 22 Desember hari perjuangan perempuan Indonesia

Hasto sebut 22 Desember hari perjuangan perempuan Indonesia
PERISTIWA | 22 Desember 2017 13:38 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - PDI Perjuangan tidak hanya memperingati tanggal 22 Desember yang jatuh hari ini sebagai Hari Ibu, melainkan juga hari perjuangan dan pergerakan kaum perempuan Indonesia. Di era Bung Karno, Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada 22 Desember 1928 menjadi saksi bagaimana perempuan Indonesia berjuang dan bergerak untuk memajukan bangsanya.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, beberapa hari menjelang kongres di Yogyakarta tersebut, Bung Karno menyampaikan pesan agar gerakan perempuan Indonesia tidak sekedar menjadikan persamaan hak sebagai tujuannya.

"Tetapi juga harus terlibat dalam perjuangan nasional," katanya di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Jumat (22/12).

Dalam buku Sarinah, kata Hasto, Bung Karno kembali menegaskan peran kaum perempuan dalam memajukan bangsa Indonesia. "Dari kaum perempuanlah lahir peradaban umat manusia karena perempuanlah sumber dari peradaban itu sendiri,” ujarnya mengutip Bung Karno.

Dia mengungkapkan, peran perempuan dalam rumah tangga bukan sekedar urusan domestik, melainkan nation and character building. Itulah yang membuat PDI Perjuangan selalu menempatkan perempuan dalam setiap perjuangannya.

Hasto mencontohkan, bagaimana kader-kader PDI Perjuangan yang menjadi kepala daerah selalu mengutamakan kesehatan dan gizi ibu-ibu hamil dalam setiap program pembangunannya.

"Karena tidak bisa kita bicara keselamatan bangsa, tanpa keselamatan kaum perempuan," tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan Perempuan dan Anak, Sri Rahayu mengatakan, kursus yang digelar pihaknya ini memiliki sejumlah tujuan, antara lain melawan radikalisme yang tumbuh di masyarakat, menegaskan posisi perempuan sebagai pembangun peradaban dan pembentuk karakter bangsa, serta menegakkan demokrasi yang melibatkan perempuan dan menolak segala bentuk SARA dan seksis.

"PDI Perjuangan percaya bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk mengantisipasi segala ajaran dan gerakan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa," tegas Sri. (mdk/fik)


Arumi Bachsin-Emil Dardak: Peran ibu tak tergantikan
Potret wanita pengungsi Gunung Agung di Hari Ibu
Hari Ibu, Polresta Tangerang hadiahkan lady bikers helm
Ini pesan Megawati Soekarnoputri pada kaum perempuan
Hari Ibu, Bupati Dedi kenang perjuangan ibunda besarkan anak dengan ekonomi terbatas

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami