Hatta Ali: MA bukan pasar untuk jual beli perkara

Hatta Ali: MA bukan pasar untuk jual beli perkara
Hatta Ali saat diambil sumpahnya dihadapan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. http://merdeka.com
NEWS | 17 Desember 2012 22:01 Reporter : Wayan Anantara

Merdeka.com - Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali menyatakan, lembaganya bukanlah pasar yang bisa dipakai lalu lalang semua orang.

"Jangan sampai MA seperti pasar sehingga orang bisa bebas lalu lalang mengurus perkara," kata Hatta saat meluncurkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (17/12).

Menurut dia, keterbukaan tidak harus diartikan dengan membuka seluruh akses ke MA. Hal itu malah bisa berdampak pada rentannya MA diintervensi pihak berperkara.

Hatta lantas menyinggung keterbukaan saat MA dipimpin Bagir Manan, di mana penjual koran dan kue bisa bebas masuk gedung MA. Tapi itu justru dimanfaatkan para pihak berperkara.

"Dulu sangat bahaya, orang berperkara bisa masuk sampai ruang hakim," ujar dia.

Menurut Hatta, dengan Sistem Informasi Penelusuran Perkara, masyarakat bisa mengontrol kinerja MA hingga tingkat pengadilan di daerah mulai dari perkara, sidang dan laporan keuangan.

"Sampai hakim yang tidur pun bisa terpantau lewat sistem ini," papar Hatta.

Saat ini sudah lebih 100 pengadilan di Indonesia menerapkan sistem online ini dan diharapkan pada 2014 nanti seluruh pengadilan sudah terkoneksi.

"Kami ingin para hakim untuk lebih transparan, akuntabel, meminimalisir jual beli perkara dan dapat mengontrol terjadinya praktik-praktik yang tidak benar dari para hakim," pungkas Hatta.

(mdk/dan)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami