Heboh Soal Ujian SD Lecehkan Nabi Muhammad SAW di Solok Sumatera Barat

PERISTIWA | 13 Desember 2019 08:35 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Solok, Sumatera Barat, masih memeriksa dan mendalami munculnya soal ujian Pendidikan Agama Islam (PAI) semester I kelas IV Sekolah Dasar di Kecamatan Junjung Sirih yang dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW.

"Yang jelas, kami masih mendalami terkait munculnya soal ujian yang sangat meresahkan masyarakat dan umat Islam ini, masih dalam proses," kata Sekretaris Umum MUI Kabupaten Solok, Elyunus, di Arosuka, Kamis (12/12). Seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan apakah itu kejadian tersebut masuk ranah penistaan agama atau tidak, itu tergantung dari hasil investigasi yang akan dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Solok bersama pihak terkait.

Elyunus menyebutkan persoalan itu harus dilihat dari dua sisi, baik dari mekanisme kelembagaan di dinas itu sendiri dan juga perbuatan yang menyebabkan munculnya soal ujian yang bertentangan dengan keyakinan umat Islam.

Secara kelembagaan, proses penyelesaian terhadap kejadian itu diserahkan pada yang pihak terkait. Secara perbuatan yang berpotensi menyinggung perasaan umat Islam akan dilakukan pendalaman lebih lanjut.

"Kami akan gali lebih dalam lagi terkait munculnya soal ujian tersebut, akan diklarifikasi kepada semua pihak terkait sesuai dengan prosedur yang ada. Kami tidak akan memberikan putusan tanpa kajian yang mendalam," sebutnya.

Menurut dia kalau secara harfiah, soal tersebut jelas-jelas bertentangan dengan keyakinan umat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang mulia dan jauh dari sifat dan sikap seperti yang dimuat di soal ujian itu.

"Ini masuk ke ranah penistaan agama atau tidak akan didalami lagi, tapi sejatinya munculnya soal seperti itu tergantung niat. Kalau itu kesalahan yang tidak disengaja tentu ada pertimbangan lain," ujarnya.

Namun demikian, pihaknya juga akan menilai sejauh mana karakter orang yang terlibat dalam membuat soal. Kalau memang ada kecenderungan unsur kesengajaan tentu ada proses lebih lanjut dan sanksi.

"Kalau sekarang mereka yang membuat soal seperti ini sudah terkena sanksi secara sosial, kalau secara hukum tentu akan dilihat proses lanjutnya," ujarnya.

Sebelumnya, masyarakat Solok dihebohkan dengan viralnya soal ujian semester I kelas IV SD di kecamatan Junjung Sirih yang dinilai melecehkan kepribadian dan sikap Nabi Muhammad SAW, Rabu (11/12).

Dalam soal ujian PAI yang sudah terlanjur dikerjakan oleh siswa pada Senin 9 Desember 2019 di 16 sekolah dasar di Kecamatan Junjung Sirih itu, muncul soal dengan nomor urut 13 yang berisikan.

Sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut kita teladani adalah .......

A. Malas Belajar
B. Mengerjakan tugas belajar
C. Menjaga nama baik sekolah dan guru
D. Menjaga nama baik orang tua. (mdk/ded)

Baca juga:
Kasus Pelemparan Tinja Yang Menghebohkan di Berbagai Daerah
Warga Samarinda Tangkap Pelaku Pelempar Kotoran Manusia ke Langgar
Giliran GNPF-Ulama Laporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Polisi
Pelapor Sukmawati Datangi MUI Minta Dukungan Ulama Indonesia
Diduga Hina Air Zamzam, Pegawai Konsulat AS Diperiksa Polisi Turki
MUI Gelar Rapat Internal: Pernyataan Sukmawati Mengusik Keyakinan Umat

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.