Helm dirusak, seratusan driver GO-JEK di Medan serbu pengemudi betor

PERISTIWA | 22 Februari 2017 14:27 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Penolakan pengemudi becak bermotor terhadap transportasi online di Medan tak hanya sebatas demonstrasi. Kekerasan fisik terjadi dan nyaris memicu bentrok antara kedua belah pihak.

Aksi kekerasan fisik terjadi di Jalan Stasiun Kereta Api Medan, Rabu (22/2). Selain itu beredar pula kabar mengenai ada beberapa insiden di lokasi-lokasi lain, seperti di Simpang Limun dan kawasan Medan Johor.

Kejadian ini hanya sehari setelah demonstrasi menentang angkutan online yang dilakukan para pengemudi becak di sejumlah titik di Kota Medan, Selasa (21/2). Mereka protes karena penghasilannya menurun drastis setelah kehadiran moda transportasi berbasis aplikasi ini.

Berdasarkan informasi dihimpun, kekerasan di Jalan Stasiun Kereta Api berawal saat seorang pengemudi GO-JEK menjemput penumpang di sana. Dia dikerubungi, helm GO-JEK-nya diambil dan dipecahkan. Meski mengenakannya terbalik, sang pengemudi tetap dipaksa melepasnya. Jaket hijau itu kemudian dibuang ke aspal dan diinjak.

Dalam video yang beredar tidak tampak pemukulan terhadap pengemudi GO-JEK. Namun informasi itu beredar dengan cepat.

"Pertama driver kita ngantar ke sana, tiba-tiba datang tukang becak mengambil jaket, driver kita dipukul, helmnya dipecahkan," kata seorang pengemudi GO-JEK yang mengaku bernama Wijaya Mirza.

Informasi itu kemudian memantik solidaritas pengemudi GO-JEK lainnya. Seratusan orang menggeruduk kawasan Jalan Stasiun Kereta Api Medan. "Kami datang untuk meminta pertanggungjawaban dari tukang becak, agar kejadian ini tidak terulang lagi," sebut Wijaya.

Seorang pengemudi becak yang mengantar penumpang ke Stasiun Besar Kereta Api sempat menjadi sasaran para pengemudi GO-JEK. Becaknya dirusak. "Tiba-tiba mereka datang ramai-ramai merusak becakku," kata M Nur, pengemudi becak.

Massa GO-JEK dan pengemudi becak sempat bersitegang. Kedua pihak sudah berhadap-hadapan. Namun, petugas kepolisian dapat mengatasi situasi dan memediasi kedua belah pihak.

Begitu pun, polisi mengamankan seorang pengemudi becak dan pengemudi GO-JEK. "Seorang pengemudi betor, dan pengemudi gojek yang dipecahkan helmnya sudah dibawa ke Polres. Kita proses hukum," kata Kapolsek Medan Barat Kompol Victor Ziliwu. (mdk/cob)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.