Hendak pulang kampung, 16 imigran Indonesia malah ditangkap Malaysia

PERISTIWA | 5 Juli 2015 20:04 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo

Merdeka.com - Sebanyak 16 pendatang ilegal asal Indonesia ditahan dalam sebuah operasi digelar kantor imigrasi Johor. Mereka tertangkap saat mencoba keluar dari Malaysia buat merayakan Idul Fitri di kampung halaman.

Imigran ilegal terdiri dari seorang tekong, sepuluh lelaki, empat wanita, dan seorang anak lelaki itu kini ditahan di Hentian Sebelah Kulaijaya, Lebuhraya PLUS arah selatan, Johor. Turut ditahan dalam operasi itu adalah sopir bus warga negara Indonesia sudah berstatus penduduk tetap di Malaysia.

Wakil Kepala Imigrasi Johor, Gajendra Bahadur mengatakan, seluruh WNI itu ditahan karena tidak memiliki dokumen lengkap serta melebihi batas izin tinggal. Petugas juga menahan dua warga Malaysia yang mengendarai dua mobil berbeda dan diduga ikut mengatur perjalanan para pendatang ilegal itu dari Kuala Lumpur.

"Semua yang ditahan berusia antara enam hingga 45 tahun, dan disiasat berdasar UU Imigrasi 1959/63 serta anti-perdagangan orang dan anti-penyelundupan migran 2007," kata Gajendra, seperti dilansir dari Antara, Minggu (5/7).

Gajendra mengatakan, perjalanan para pendatang itu dimulai setelah tekong (calo) di Kuala Lumpur mengatur urusan pulang mereka secara ilegal melalui jalan tikus, dengan mengenakan bayaran RM 1.500, termasuk biaya transportasi.

Seorang tekong warga Indonesia juga berada dalam bus itu sudah memberitahukan kedatangan rombongan sebelum mereka dibawa ke rumah singgah.

"Semua PATI itu akan dibawa ke pesisir pantai di Pengerang dekat Kota Tinggi, dan menaiki kapal untuk pulang ke negara asal mereka," ujar Gajendra.

Para TKI itu saat ini dibawa ke tahanan Kompleks Kementerian Dalam negeri (KDN) Setia Tropika buat pemeriksaan lanjutan.

(mdk/ary)

TOPIK TERKAIT