Hendak Serahkan Diri, Pemberontak di Papua Tertembak Senjatanya Sendiri

Hendak Serahkan Diri, Pemberontak di Papua Tertembak Senjatanya Sendiri
PERISTIWA | 19 Juni 2020 20:14 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Seorang anggota Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) bernama Tendison Enumbi menyerahkan diri dengan satu unit pucuk senjatanya untuk kembali ke pangkuan ibu Pertiwi. Penyerahan diri dan kembali bergabung ke dalam bagian masyarakat dan NKRI tersebut bermula ketika bertemu Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan, bahwa proses keinginan itu sejak satu bulan berkomunikasi dengan salah satu lamanya. Di mana, melalui pendekatan sosial dan pembangunan yang berada di Puncak Jaya.

"Setelah komunikasi berjalan lancar selama satu bulan tersebut, saudara Tendison Enumbi menyampaikan akan menyerahkan diri ke pemerintah," katanya dalam siaran pers yang diterima, Jumat (19/6).

Selanjutnya, pada Kamis (18/6) Tendison dan Agus merencanakan akan bertemu di sekitar Kota Mulia untuk menyerahkan senjata pistol jenis Barreta buatan Italia beserta amunisi nya.

"Tetapi saat perjalanan menuju Kota Mulia saudara Tendison yang berangkat dari kampung Elubo, Distrik Mewoluk terjatuh di kali Mewoluk dan menyebabkan pistol yang di bawa meletus dan mengenai di bawah pinggang kanan tembus betis kaki kanan," katanya.

Selanjutnya, sekitar pukul 15.30 Wit masyarakat menemukan Tendison yang sedang terluka dan dibawanya untuk mendapatkan perawatan tim medis.

"Saat perjalanan menuju RSU Mulia, saudara Tendison menyampaikan kepada kelompoknya yang ada disekitar TKP, untuk tidak usah mengikuti dia dan membubarkan diri dikarenakan Tendison akan menyerahkan diri ke pemerintah dengan senjata yang dibawa," ujarnya.

Setelah tiba di RSU Mulia, Tendison langsung ditangani oleh tim medis. Sementara itu, lanjutnya, menunggu kesembuhan penyerahan senjata secara resmi dari Tendison yang diwakili oleh keluarga ke Pemerintah yaitu Bapak Bupati Puncak Jaya.

"Selanjutnya direncanakan akan diserahkan kepada aparat TNI/Polri pada hari Senin tanggal 22 Juni 2020 di Alun-alun Roh kudus Kabupaten Puncak Jaya," katanya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Komnas HAM: Hentikan Segala Bentuk Kekerasan di Tanah Papua
Keputusan PTUN Soal Pemblokiran Internet Papua, Pelajaran Berharga Bagi Warga Sipil
Jokowi Digugat soal Pemblokiran Internet di Papua karena Kritik Tak Pernah Direspons
PKS Nilai Vonis Jokowi Bersalah Blokir Internet Papua Pelajaran untuk Demokrasi
Staf Khusus Presiden Sebut Pemerintah Hormati Putusan PTUN Soal Blokir Internet Papua
Menkominfo Siapkan Langkah Hukum Lanjutan Atas Vonis Bersalah Blokir Internet

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami