Hendropriyono Sebut Aksi Terorisme Ingin Bikin Indonesia Hancur

PERISTIWA | 13 Oktober 2019 18:45 Reporter : Didi Syafirdi

Merdeka.com - Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono menilai penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto makin memperjelas tujuan aksi terorisme di Indonesia. Menurutnya, hal ini tidak bisa ditolerir lagi.

"Tujuan jangka pendek mereka adalah mengganggu pemerintahan negara RI agar mendapat kesan buruk atau gagal di mata rakyat dan masyarakat internasional," kata Hendropriyono dalam keterangannya, Minggu (13/10).

Hendro menilai tujuan jangka panjang mereka adalah merebut kekuasaan politik dan mengganti negara kebangsaan Pancasila dengan ideologi lain.

Menurut Hendro, salah satu buktinya adalah pembunuhan politik yang gagal terhadap Wiranto. Ada juga beberapa pihak yang berupaya menunggangi aksi-aksi yang terjadi. Namun dia bersyukur hal bisa dicegah aparat keamanan.

Hendro juga menyoroti penyusupan radikalisme di tubuh aparat, ASN dan birokrasi pemerintah yang perlahan mulai terkuak. Perlu tindakan untuk mencegah hal ini semakin meluas.

Hasil deteksi dini BIN, Polri dan TNI, lanjutnya, perlu ditindaklanjuti dengan aturan pencegahan dini oleh pemerintah dan DPR.

"Terbongkarnya terorisme, percobaan pembunuhan politik dan unjuk kekuatan, merupakan indikasi potensi ancaman yang sistemik dan laten, terhadap keselamatan negara bangsa Indonesia," kata Hendro.

Baca juga:
Ma'ruf Amin Ingin Penanganan Terorisme Tidak Represif
Terduga Teroris yang Rumahnya Digeledah Adalah Driver Ojek Online
Geledah Rumah Terduga Teroris di Tambun, Ini Daftar Barang Ditemukan Polisi
Tangkap Terduga Teroris di Cirebon, Densus Sita Buku & Belati Kecil
GP Ansor Ajak Warga Laporkan Ajakan Radikalisme Pasca Penusukan Wiranto

(mdk/did)