Hijab Ainun di Bawah Bantal, Lambang Kesetiaan Habibie Kepada Sang Istri

PERISTIWA | 11 September 2019 19:34 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di usia ke-83 hari ini, Rabu (11/9). Satu dari banyak cerita yang bisa dikenang dari sosok Habibie adalah rasa cintanya kepada sang istri, Hasri Ainun Besari.

9 Tahun silam Ainun wafat, tapi cinta Habibie akan selalu abadi. Presiden ke-3 Republik Indonesia itu dulu bercerita, kerap menaruh hijab Ainun di bawah bantalnya setiap tidur.

Hijab itu punya sejarah. Kain tipis dengan warna putih gading, dengan beberapa bordir sepanjang sisinya merupakan hijab terakhir yang digunakan Ainun sebelum menghembuskan nafas terakhir di Muenchen, Jerman.

"Aaa ini Ainun. Ini tiap malam di bawah bantal saya, saya bungkus dan ini jilbab penghabisan dia pakai dan waktu dia sebagai jenazah di transport ini penutup wajahnya dan saya pakai," ujar Habibie sambil menunjuk hijab Ainun yang ia kalungkan, Selasa, 22 Mei 2018.

Ahli aerodinamik itu tak kuasa menahan rasa rindu. Namun dia menyadari pengobat rindu terampuh hanyalah doa. Kondisi itu ia ibaratkan sebuah komputer jinjing tanpa ada software apapun di dalamnya tidak akan bermanfaat maksimal. Agar bisa berfungsi, komputer jinjing itu harus dipenuhi dengan energi.

Dengan pemikiran ilmiahnya itu, Habibie bercerita setiap malam kerap membacakan surah Yasin khusus bagi dia wanita terhebat baginya. "Saya berdoa, saya baca Yasin tiap malam untuk dua orang. Untuk Ibu Ainun dan ibu yang melahirkan saya," tukasnya.

Diketahui, Hasri Ainun Besari wafat di Muenchen, Jerman setelah berjuang melawan sakit kanker ovarium stadium lanjut. Wanita yang telah menikah dan menjadi teman hidup Habibie selama 48 tahun itu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan.

BJ Habibie mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto pukul 18.05 WIB. Putra kedua Habibie, Akmal Thareq, mengaku terus berada di samping ayahnya saat detik-detik terakhir,

"Innalillahiwainnailaihirojiun. Sampai titik terakhir saya masih ada di situ tapi hari ini pada tanggal 11 September 2019 jam 18 lebih lima, presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie, sudah meninggal," kata Thareq di RSPAD, Rabu (11/9).

Dia menjelaskan, seiring usia Habibie yang tidak senja, kesehatannya dalam kondisi naik turun. "Alasan kenapa meninggal adalah karena sudah menua dan memakan usia. Kemarin saya katakan bahwa gagal jantung yang mengakibatkan penurunan itu, kalau memang organ-organ itu degenerasi melemah, menjadi tidak kuat lagi, maka tadi jam 18 lebih lima, jantungnya dengan sendiri menyerah," jelasnya.

Baca juga:
Mendagri: BJ Habibie Sosok Teknokrat Kelas Dunia
Habibie Meninggal Dunia, Pemeran Ainu dalam film 'Habibie & Ainun' BCL Turut Berduka
Ibas: Saya Yakin Almarhum BJ Habibie akan Bertemu Almarhumah Ibu Ainun
VIDEO: BJ Habibie Meninggal, Menko Luhut Kenang Sosoknya yang Jujur
Sosok BJ Habibie di Mata Menko Luhut Panjaitan

(mdk/ray)