'Hilang Jabatan' di Tengah Pusaran Kasus Brigadir J

'Hilang Jabatan' di Tengah Pusaran Kasus Brigadir J
Kapolri Jelaskan Perkembangan Terkait Kasus Penembakan Brigader J. ©2022 Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 6 Agustus 2022 08:02 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J menemui titik terang. Ada kesalahan prosedur saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Polisi tidak profesional saat pertama kali identifikasi TKP kasus kematian Brigadir J, yang mengakibatkan munculnya spekulasi liar. Buntut dari ketidakprofesionalan tersebut, 25 personel Polri diperiksa penyidik Bareskrim.

Sejurus dengan itu, mereka dicopot dan 'diparkir' di satuan Yanma Polri. Sambil menunggu hasil penyelidikan rampung.

"Sebanyak 25 personel ini kami periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8) malam.

Sigit menjelaskan, 25 polisi itu di antaranya tiga personel perwira tinggi (pati) berpangkat jenderal bintang satu, lima personel berpangkat kombes polisi dan tiga personel berpangkat AKBP. Kemudian dua personel berpangkat kompol, tujuh personel perwira pertama (pama), serta lima personel bintara dan tamtama.

Sigit menegaskan, 25 polisi itu bakal dijerat pidana apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan pidana selain pelanggaran kode etik terkait kematian Brigadir J. Sigit bahkan langsung mengeluarkan Telegram Rahasia (TR) untuk memutasi personel polisi tersebut.

2 dari 2 halaman

TR Mutasi Khusus

Dalam Surat Telegram Khusus TR ST Nomor 1628/VIII/KEP/2022 dikeluarkan Jenderal Sigit Tanggal 4 Agustus 2022 terdapat 10 perwira polisi dimutasi dan lima dipromosikan.

-Kadiv Humas Polri, Brigjen Pol Dedy Prasetyo mengatakan, Ferdy Sambo resmi dicopot dari Kadiv Propam. Posisinya digantikan oleh Syahardiantono. Syahar sebelumnya menjabat Wakabareskrim. Sementara posisi baru Irjen Ferdy sebagai pati Yanma Polri.

-Karopaminal Brigjen Pol Hendra Kurniawan digeser sebagai Pati Yanma Polri. Posisinya digantikan oleh Anggoro Sukartono. Anggoro sebelumnya, menjabat Karo Waprov Divpropam Polri.

-Kombes Agus Wijayanto juga digeser dari Sesro Waprof Divpropam Polri, menjadi Karo Waprof Divpropam Polri.

-Brigjen Pol Benny Ali, Karo Provos Divpropam Polri, dimutasikan sebagai Pati Yanma Polri

-Kombes Pol Gupuh Setiono sebagai Kabag Yanduan Divpropam Polri diangkat sebagai Karo Provos Divpropam Polri.

-Kombes Pol Heni Setiawan Nugraha Nasution SroPaminal Divpropam Polri dimutasikan sebagai Pamen Yanma Polri.

-Kombes Pol Edgar Diponegoro Kabag Binpamropaminal Divpropam Polri diangkat sebagai Sesro Paminal Divpropam Polri.

-Kombes Pol Agus Nur Patria, Kadena Ro Paminal Divpropam Polri dimutasikan sebagai Pamen Yanma Polri.

-AKBP Arif Rahman Arifin wakaden B Ropaminal Propam Polri dimutasikan sebagai Pamen Yanma Polri.

-Kompol Baikuni Wibowo PS, Kasubbag Riksa Rowatprof Propam Polri dimutasi sebagai pamen Yanma Polri

-Kompol Cuh Putranto PS Kasubag Audit Rowatprof Oropam Polri, dimutasi menjadi pamen Yanma Polri.

-AKBP Ridwan Nelson Subangkit, Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel, dimutasi menjadi Pamen Yanma Polri.

-AKP Yusa Rizal, Kanit I Satreskrim Polres Metro Jaksel juga dimutasi sebagai Pamen Yanma Polri

"Yang dimutasi sebagai pamen Yanma Polri dalam status proses diperuksa oleh Irsus Timsus," jelas Dedy. (mdk/rhm)

Baca juga:
LPSK: Bharada E Nembak dari Jarak Dekat, Tak Butuh Keahlian
Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Bharada E: Sakit Hati, Fisik Sehat tapi Mental Tidak
Komnas HAM: Dugaan Pelecehan Seksual Ibu P Jangan Disebarkan Dulu
Pengacara Aneh Bharada E jadi Tersangka saat Berstatus Saksi, Ini Kata Polisi
Komnas HAM: Tidak Ada yang Melihat Brigadir J Todongkan Senjata Selain Bharada E
Sudah 2 Kali, Polri Kembali Tunda Pemeriksaan Uji Balistik di Komnas HAM
Kasus Brigadir J, Komnas HAM Kantongi Data Percakapan dan Foto dari 10 Handphone

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini