Hilang Saat Banjir Samarinda, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal di Saluran Parit

Hilang Saat Banjir Samarinda, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal di Saluran Parit
Proses evakuasi bocah hilang tenggelam di Samarinda. ©2021 Basarnas
NEWS | 25 Oktober 2021 03:37 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Abdul Purnama, bocah 8 tahun yang hilang sejak Kamis (21/10) saat bermain genangan banjir di Jalan Ahmad Yani Samarinda, ditemukan meninggal di saluran parit.

Jasad korban ditemukan Minggu (24/10) sekitar pukul 17.30 WITA. Dilengkapi peralatan selam, penyelam Basarnas diterjunkan mengevakuasi korban di dalam saluran drainase.

"Jasad korban posisi telungkup, hanya mengenakan bawahan celana," kata Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Samarinda Adi Wibowo, Minggu (24/10) petang.

Adi menjelaskan, jasad itu dipastikan adalah korban Abdul Purnama. Jenazah akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD AW Sjachranie Samarinda.

"Keluarga korban sudah memastikan bahwa itu adalah korban (Abdul Purnama)," ujar Adi.

Adi juga mengungkap kendala yang dihadapi tim rescue Basarnas. "Kendalanya adalah air di saluran keruh dan kondisinya (drainase) cukup sempit. Jadi kita gunakan alat selam Basarnas," tambah Adi.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR pencarian korban pun dinyatakan selesai dan ditutup. Semua unsur SAR yang terlibat kembali ke satuan masing-masing untuk bersiapsiaga.

Diberitakan sebelumnya, Abdul Purnama yang tinggal di Jalan Kemakmuran Samarinda itu tidak kunjung pulang ke rumah usai bermain genangan banjir di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kamis (21/10). Diduga dia tenggelam di saluran drainase.

Kabar itu disampaikan pertama kali oleh relawan kemanusiaan, yang memulai pencarian korban di hari yang sama. Tim Basarnas diterjunkan ke lokasi pencarian sejak Sabtu (23/10) kemarin.

Baca juga:
Basarnas Cari Bocah Hilang Diduga Tenggelam saat Banjir di Samarinda
Basarnas Evakuasi Lansia Sakit Terjebak Banjir di Samarinda
Basarnas Evakuasi Lansia dari Lokasi Banjir Samarinda
Banjir di Samarinda Meluas, Aktivitas Perekonomian Terganggu
4.000 Warga Samarinda Terdampak Banjir Imbas Luapan Sungai Mumus
Warga Sebut Samarinda Tidak Layak Huni Gara-Gara Banjir Semakin Parah

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami