Hina Jokowi dan Habib Lutfhi di Facebook, Sopir Ojek Online Ditangkap

Hina Jokowi dan Habib Lutfhi di Facebook, Sopir Ojek Online Ditangkap
PERISTIWA | 3 April 2020 21:28 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polres Metro Jakarta Utara telah mengamankan seorang sopir ojek online berinisial MAA (20) akibat menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) di media sosial. Selain menghina Jokowi, ia juga menghina Habib Lutfhi bin Yahya di media sosial.

Kasus ini bermula saat akun Facebook miliknya menghina Jokowi dan Habib Lutfhi dalam status media sosialnya. Tak terima dengan status MAA, salah seorang warga pun melaporkan hal itu ke aparat kepolisian

"Berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka MAA," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Jumat (3/4).

Yusri menjelaskan, motif tersangka membuat tulisan itu untuk mengingatkan Habib Lutfi agar bertindak terhadap kebijakan Jokowi yang meminta masyarakat untuk menjaga jarak.

"Motif pelaku memposting tulisan itu untuk mengingatkan Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan agar bertindak terhadap kebijakan Presiden Jokowi yang menganjurkan untuk menjaga jarak satu meter dalam salat berjemaah. Padahal menurut keyakinan pelaku penyakit itu merupakan ujian dari Allah," ujarnya.

"Jadi, namun untuk orang-orang yang tidak taqwa pasti akan menganggap itu adalah sebagai musibah. Ketidaksukaan pelaku terhadap pemerintah yang membiarkan para penista agama berkeliaran dan tidak ditangkap," sambungnya.

Saat menangkap pelaku, polisi menyita barang bukti yakni satu unit handphone yang diduga digunakan pelaku untuk memposting kalimat yang menghina Habib Luthfi dan menghina Jokowi.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45a ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia No.19 tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman pidana penjara enam tahun.

"Disita satu unit handphone warna biru," pungkasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Penahanan Mahasiswa Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan, Polisi Jamin Proses Hukum Jalan
Dianggap Hina Jokowi, Mahasiswa UMS Jadi Tersangka Ujaran Kebencian
Dinonaktifkan Karena Diduga Hina Jokowi, Dosen Unnes Ngadu ke Kemendikbud
Pidato Hasutan Kebencian Politikus India Jadi Akar Kerusuhan Berdarah di Delhi
100 ASN Lintas Kementerian dan Lembaga Diduga Posting Anti-Pancasila di Mendsos
Bukan Indonesia, Laporan Ini Ungkap Netizen Negara Mana yang Paling Jahat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami