Hindari Wabah Ganda, Anak Harus Tetap Diimunisasi di Masa Pandemi

Hindari Wabah Ganda, Anak Harus Tetap Diimunisasi di Masa Pandemi
Reisa Broto Asmoro. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com
NEWS | 30 Juni 2020 19:03 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Situasi pandemi Covid-19 mempengaruhi pelayanan kesehatan, termasuk imunisasi. Meski demikian, anak-anak tetap perlu mendapatkan kekebalan melalui imunisasi.

"Imunisasi kepada anak ditekankan tetap penting diberikan meski di tengah pandemi dengan catatan protokol kesehatan tetap diutamakan," ujar Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional, Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (30/6).

Ia menekankan perlu dilakukan langkah-langkah penting untuk memastikan setiap sasaran imunisasi, yaitu anak yang merupakan kelompok rentan menderita PD3I atau penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Melalui imunisasi, anak-anak terlindungi dari penyakit-penyakit berbahaya.

Reisa mengungkapkan prinsip-prinsip yang menjadi acuan dalam melaksanakan program imunisasi pada masa pandemi Covid-19. Pertama, imunisasi dasar dan lanjutan tetap diupayakan lengkap dan dilaksanakan sesuai jadwal untuk melindungi anak dari PD3I.

Kedua, secara operasional, pelayanan imunisasi baik di posyandu, puskesmas, puskesmas keliling maupun fasilitas kesehatan lain yang memberikan layanan imunisasi mengikuti kebijakan pemerintah daerah setempat. Ketiga, kegiatan surveilans PD3I harus dioptimalkan termasuk pelaporannya.

"Keempat, menerapkan prinsip PPI (pencegahan dan pengendalian infeksi) dan menjaga jarak aman 1-2 meter," lanjutnya.

Wanita yang biasa disapa Dokter Reisa ini menuturkan, pelayanan imunisasi di puskesmas atau fasilitas kesehatan lain memiliki ketentuan ruang atau tempat pelayanan imunisasi. Seperti menggunakan ruang atau tempat pelayanan yang cukup luas dengan sirkulasi udara yang baik, kemudian berdekatan atau terpisah dari poli pelayanan anak atau dewasa sakit.

"Ruang atau tempat pelayanan imunisasi hanya untuk melayani bayi dan anak sehat," ucapnya.

Ketentuan kedua yakni memastikan ruang atau tempat rutin dibersihkan dengan cairan disinfektan dan tersedia fasilitas mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau hand sanitizer.

"Selanjutnya atur meja pelayanan antar petugas dan orang tua agar jarak aman satu hingga dua meter," imbuhnya.

Kemudian, jalur keluar dan masuk diatur berbeda. Sediakan tempat duduk bagi sasaran imunisasi, orang tua dan pengantar untuk menunggu di ruang terbuka. Jadwal hari dan jam pelayanan imunisasi harus ditentukan terlebih dahulu. Ini bertujuan untuk memberikan layanan secara efektif dan informasi jumlah sasaran yang akan dilayani.

Hal lain yang tak kalah penting yaitu prosedur petugas media dengan dilengkapi alat pelindung diri, seperti masker dan sarung tangan. (mdk/eko)

Baca juga:
DPR Pinta Ketua BPK Lakukan Pengawasan Dana Pandemi Covid-19
Penjualan Seragam Sekolah Lesu Akibat Corona
Pasien Positif Covid-19 dari Klaster Pasar Kebon Semai Bertambah Jadi 33 Orang
Sri Mulyani Sebut Hanya Aktivitas Ekonomi Digital Bisa Bertahan di Tengah Pandemi
Kemenag Keluarkan Aturan Protokol Kesehatan Salat Idul Adha & Penyembelihan Kurban
30 ASN Pemprov Jateng Positif Corona

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami