Hingga H+5 Lebaran, total 5,9 juta pemudik kembali lewat jalur udara

Hingga H+5 Lebaran, total 5,9 juta pemudik kembali lewat jalur udara
PERISTIWA » MAKASSAR | 20 Juni 2018 23:30 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Hingga H+5, sebanyak 5,9 juta penumpang mudik Lebaran telah kembali ke tempat asal melalui seluruh bandara di Indonesia. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah pemudik yang kembali menggunakan pesawat tersebut mengalami kenaikan 11 persen jika dibandingkan tahun 2017, yakni sebesar 5,4 juta orang.

"Sampai H+5 pada, total penumpang mencapai 5,9 juta. Jumlah itu naik dari tahun 2017 yang hanya sekitar 5,4 juta orang," ujar Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, saat ditemui di Posko Terpadu Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Rabu (20/6) sore.

Menurut Agus, kedatangan paling banyak adalah di wilayah Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) serta Surabaya. Para penumpang paling banyak berasal dari Jakarta, Bandar Lampung, Makassar dan Medan. Agus menilai, peningkatan jumlah penumpang tersebut terjadi karena pihak-pihak terkait bekerja keras untuk memastikan moda transportasi udara bekerja dengan maksimal pada angkutan Lebaran 2018 ini.

"Hingga saat ini moda transportasi udara berjalan lancar dan tak ada masalah," katanya.

Sebelum ke Adi Soemarmo Agus mengaku juga memantau penumpang arus balik Lebaran di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Menurutnya, meski dipenuhi penumpang, arus balik di sana juga terpantau lancar.

Lebih lanjut, Agus menerangkan, pelayanan penerbangan yang diberikan pemerintah melalui pihak bandara berjalan lancar dan aman. Kondisi tersebut membuat animo masyarakat yang memanfaatkan jalur udara meningkat.

"Ada 36 bandara yang melayani arus mudik dan balik Lebaran. Baik yang dioperasikan Angkasa Pura I, Angkasa Pura II maupun yang dioperasikan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub di berbagai pulau di Indonesia. Dari laporan yang kami terima, semua berjalan lancar, aman dan terkendali," jelasnya lagi.

Terkait munculnya isu kenaikan harga tiket yang melebihi harga maksimum, Agus membantahnya. Pihaknya telah memasang papan pengumuman di 36 bandara yang memberitahukan tentang harga tiket dan jurusannya. Sehingga masyarakat bisa langsung mengecek apakah harga tiket pesawat itu melebih harga maksimum atau tidak.

Ia memastikan jika dari Sabang sampai Merauke tidak ada yang menjual tiket di atas harga maksimum yang ditetapkan Kemenhub.

"Kita sudah cek dari Sabang sampai Merauke, tidak ada. Dirjen Perhubungan Udara sudah mengeluarkan aturan-aturan terkait harga, batas atas dan batas bawah," tegasnya.

Agus pun menuturkan, puncak arus balik sudah terjadi sejak H+3 atau Selasa (19/6) lalu. Diperkirakan masih akan terus terjadi hingga Rabu malam. Untuk memaksimalkan pelayanan penumpang, pihaknya akan menyiapkan sejumlah hal terkait pelayanan hingga H+8 Lebaran 2018.

Di antaranya melakukan ram check terhadap 583 pesawat dari berbagai maskapai penerbangan yang digunakan untuk angkutan Lebaran 2018.

General Manajer Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Adi Soemarmo, Abdullah Usman menambahkan, untuk puncak arus mudik di Solo terjadi pada H-2 Lebaran. Pada hari tersebut terdapat 7511 penumpang yang dilayani 38 pesawat. Sedangkan puncak arus balik adalah H+3 Lebaran dengan 7610 penumpang yang dilayani 39 pesawat.

"Untuk memaksimalkan pelayanan kami mempersiapkan penambahan 4 parkir dan appron (landasan udara) ditambah 5 menjadi total 15. Kami memprediksi arus balik sampai Kamis (21/6) pagi," ujarnya. (mdk/rzk)

Baca juga:
Berbagai strategi Kepolisian atur kenyamanan arus balik
Arus balik Lebaran, 71 ribu lebih penumpang padati Bandara Soekarno-Hatta
Puncak arus balik, konsumsi avtur naik 16 juta liter hari ini
Hindari sistem one way di Tol Cipali, pemudik diminta tunda kepulangan
Besok sudah kembali ngantor, ruas Tol Dalam Kota masih lancar
Arus balik, volume kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek meningkat 164%
Sabtu diprediksi jadi puncak arus balik Lebaran di Pelabuhan Tanjung Priok

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami