Hingga Siang, Terminal Pulogebang Hanya Berangkatkan 7 Orang Perjalanan Dinas

Hingga Siang, Terminal Pulogebang Hanya Berangkatkan 7 Orang Perjalanan Dinas
Terminal Pulogebang. ©2016 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu
NEWS | 6 Mei 2021 15:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Terminal Bus Terpadu Pulogebang Bernard Pasaribu mengatakan terdapat sejumlah warga melakukan keberangkatan dari terminal Pulogebang, Jakarta Timur. Kata dia, sejumlah orang tersebut melakukan keberangkatan ke wilayah Jawa Tengah.

"Mulai pukul 00.00 WIB dan sampai tadi pukul 12.00 WIB tadi ada keberangkatan dengan keperluan pekerjaan sebanyak 7 penumpang," kata Bernard saat dihubungi, Kamis (6/5).

Lanjut dia, terdapat tiga orang menuju Solo dan empat orang ke arah Pekalongan. Bernard menyatakan warga yang melakukan perjalanan telah memenuhi persyaratan yang ada.

"Iya (tujuh orang) melakukan perjalanan dinas," jelas dia.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021. Lalu, Pemerintah provinsi DKI Jakarta menerapkan aturan surat izin keluar masuk (SIKM).

Kebijakan itu berdasarkan Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 569 Tahun 2021 tentang Prosedur Pemberian SIKM Selama Masa Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri 2021.

Dalam Kepgub tersebut juga dijelaskan terdapat empat kategori perjalanan yang diperbolehkan mengantongi SIKM. Yakni alasan kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal, ibu hamil, pendampingan ibu hamil, dan pendampingan persalinan.

Berikut alur proses pemberian SIKM beserta syarat yang harus dipenuhi bagi pemohon:

- Pengurusan SIKM bisa diajukan secara online melalui situs https://jakevo.jakarta.go.id ataupun aplikasi.

- Pengajuan itu nantinya disertai lampiran berupa KTP pemohon, dan surat keterangan sakit atau meninggal dari lurah daerah asal tujuan dengan materai Rp 10 ribu.

- Kemudian, Unit Pelaksana (UP) Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) bakal memverifikasi berkas tersebut. Jika memenuhi syarat, SIKM baru bisa diunduh.

Selain itu, pemegang SIKM harus tetap membawa hasil negatif tes Covid-19 saat melakukan perjalanan. Surat keterangan hasil tes bisa berupa PCR, swab antigen, atau GeNose yang diterbitkan kurang dari 1x24 jam atau sehari sebelumnya.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
Pekerja Terdampak Larangan Mudik, Epidemiolog Minta Kebijakan Harus Tersinkronisasi
Baru 2 Jam Penyekatan, Belasan Kendaraan Diputarbalik di Pintu Tol Singosari
Polisi Sebut Kepadatan di GT Cikarang Akibat Penyekatan Larangan Mudik Capai 8 Km
Kemacetan Panjang di Tol Cikupa Akibat Penyekatan Mudik
Puncak Arus Mudik Terjadi 30 April, 15.800 Kendaraan Melintasi Tol Solo-Ngawi
Polisi Putar Balik Puluhan Kendaraan Menuju Serang dan Merak
Bikin Macet, Pemeriksaan Kendaraan di Gerbang Tol Cikarang Barat Disetop Sementara

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami