HKTI Jember Kecam Penetapan Harga Jagung oleh Presiden Jokowi

HKTI Jember Kecam Penetapan Harga Jagung oleh Presiden Jokowi
Ketua HKTI Jember Jumantoro. ©istimewa
NEWS | 16 September 2021 19:44 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Keputusan Presiden Jokowi yang menginstruksikan harga jual jagung harus maksimal Rp4.500, dikritik keras oleh kalangan petani. Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember menilai, kebijakan itu hanya akan menguntungkan peternak ayam, namun merugikan petani jagung.

"Kita bukannya tidak mendukung pemerintah, tetapi tolonglah presiden itu punya hati untuk petani. Seperti lombok (cabai), ketika harga naik, pemerintah cawe-cawe (intervensi) dengan mendatangkan impor. Tetapi ketika harga terjun bebas, pemerintah malah lepas tangan," ujar Jumantoro, Ketua HKTI Jember saat dihubungi Merdeka.com pada Kamis (16/9).

Jumantoro menuturkan, kondisi petani saat ini sedang amat terhimpit karena biaya produksi yang makin tinggi. Di sisi lain, perubahan iklim selama beberapa tahun terakhir, turut berpengaruh terhadap hasil produksi petani.

Menurutnya, petani jagung hanya bisa mencapai titik impas produksi (break event point/BEP) di kisaran harga jual Rp4.000 per kg. Jika pemerintah menetapkan harga jual jagung untuk pakan ternak di harga Rp 4.500, maka petani kemungkinan hanya bisa mendapatkan harga pembelian maksimal Rp4.200 karena harus melewati rantai pasok seperti tengkulak.

"Kita petani jagung itu menikmati harga di atas Rp 5.000 itu kan tidak setiap hari. Sehingga presiden harus mencari solusi agar petani tidak rugi," tutur Jumantoro.

HKTI Jember mengajak pemerintah untuk duduk bareng, menghitung berapa biaya produksi dalam 1 hektare jagung. "Petani sebenarnya menyadari bahwa peternak ayam juga tidak boleh kesulitan mendapatkan jagung, tetapi petani juga jangan sampai rugi," ujar pria yang juga Ketua Asosiasi Petani Pangan Jawa Timur ini.

Jumantoro meminta Presiden Jokowi mempertimbangkan jumlah petani jagung yang lebih besar daripada jumlah keseluruhan peternak ayam.

"Lagipula, peternak ayam itu rata-rata menggunakan pakan olahan dengan jagung itu hanya sebagai bahan dasarnya. Lantas, siapa yang diuntungkan dengan penetapan harga Rp 4.500 itu? Jangan-jangan kalangan pabrikan yang diuntungkan," tanya Jumantoro.

Aksi Suroto Dipuji Peternak Ayam, Dikecam Petani Jagung

Instruksi Presiden Jokowi agar harga jual jagung untuk pakan ternak di harga Rp4.500 dikeluarkan pada Rabu (15/9). Saat itu, Jokowi mendengarkan masukan dari sejumlah kementerian/lembaga terkait, bahwa harga jual jagung saat ini berada di kisaran Rp 6.000.

Keputusan Presiden Jokowi itu juga muncul usai bertemu dengan Suroto, seorang peternak ayam asal Blitar. Suroto sempat diamankan polisi setelah membentangkan spanduk berisi desakan agar presiden membantu menetapkan harga jual jagung secara wajar, saat Jokowi berkunjung ke Blitar pada 8 September 2021 lalu. Suroto kemudian diundang ke Istana dan bertemu langsung Jokowi.

Pantauan merdeka.com, hanya beberapa jam setelah instruksi presiden itu, sejumlah petani jagung mengecam aksi Suroto. Mereka meluapkan kekesalannya di sejumlah group facebook yang berisi para petani jagung.

Baca juga:
Sempat Viral, Begini Nasib Peternak Unggas Blitar yang Keluhkan Harga Jagung Mahal
Jenderal Polisi Beli Jagung Harganya Ditawar, Pas Bayar Bikin Kaget Pedagangnya
Kejagung Limpahkan Penyidikan Kasus Korupsi Bantuan Benih Jagung ke Kejati Lampung
Kemenko Perekonomian: Harga Jagung Mahal karena Produksi Tidak Stabil
Produksi Jagung Melimpah, Sumbawa Berpotensi Jadi Sentra Pakan Ternak
Kementan Dorong Penggunaan Varietas Jagung Produksi Tinggi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami