Hujan Deras, Tiga Kabupaten di Sulawesi Selatan Dilanda Banjir

Hujan Deras, Tiga Kabupaten di Sulawesi Selatan Dilanda Banjir
PERISTIWA | 12 Januari 2020 16:07 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Hujan yang mengguyur wilayah Sulawesi Selatan beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah daerah mulai kebanjiran. Diantaranya di Kabupaten Barru, Pinrang dan Kota Parepare.

Kepala BPBD Sulawesi Selatan, Ni'mal Lahamang membenarkan, dampak cuaca ekstrem sudah sangat terasa di wilayahnya. Sejumlah daerah mulai tergenang air karena curah hujan yang cukup tinggi. Namun kondisinya masih bisa ditangani.

"Iya di mana-mana sudah muncul genangan air, ketinggiannya belum signifikan. Diantara 24 kabupaten/kota, ada tiga daerah yang intens masukkan laporan genangan air yakni Kabupaten Barru, Pinrang dan Parepare," kata Ni'mal Lahamang saat dikonfirmasi, Minggu (12/1).

Wilayah Luwu Raya meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara dan Kota Palopo yang dikhawatirkan. Namun hingga saat ini belum ada laporan soal dampak cuaca ekstrem.

"Wilayah Luwu Raya itu pegunungan, yang dikhawatirkan di sana adalah longsoran tapi hingga siang ini belum ada laporan," kata Ni'mal.

1 dari 1 halaman

Akses Jalan Terputus

Sementara itu, Kepala seksi kesiapsiagaan BPBD Barru, Abdul Muhaemin menuturkan, dampak cuaca ekstrem membuat akses jalan di Kabupaten Barru terputus. Tidak bisa dilintasi kendaraan transportasi darat karena genangan air.

Semua kecamatan di Kabupaten Barru tergenang air. Terutama di kecamatan Malluse Tasi, Kecamatan Balusu dan Kecamatan Soppeng Riaja. Di Kecamatan Malluse Tasi, tepatnya di Desa Manuba dan Desa Depo, akses jalannya tidak bisa dilalui kendaraan.

"Karena luapan air Sungai Lanrae di sekitar dua desa itu Manuba dan Depo, air meluber ke jalan sehingga kendaraan tidak bisa melintas. Ketinggiannya memang hanya 30 cm tapi arusnya yang sangat deras," ujarnya.

Sementara di Desa Balusu, Kecamatan Balusu, ketinggian air sekitar 2 meter atau sudah hampir mencapai lantai rumah panggung warga yang berada di dekat bibir Sungai Balusu Lampoko.

Selanjutnya di Kecamatan Soppeng Riaja. Luapan air telah mencapai poros jalan trans Sulawesi padahal posisi jalan poros itu tingginya mencapai 180 cm dari posisi permukiman. Diprediksi, permukiman warga juga telah tergenang.

"Ada satu rumah warga di perbatasan Desa Siddo dan Lawallu di Kecamatan Soppeng Riaja, roboh karena deras arus air dan terjangan angin. Sejak pukul 10.00 wita hingga siang ini, hujan masih terus mengguyur disertai angin kencang," kata Abdul Muhaemin. (mdk/noe)

Baca juga:
Cerita Pilu dari Dua Desa yang Hilang Tersapu Banjir Konawe Utara
Bantu Korban Banjir Sulawesi, Pupuk Indonesia Grup Kirim 20 Truk Bahan Pokok
Bupati Boalemo Murka Penyerahan Bantuan Banjir Harus Tunggu Gubernur Gorontalo 6 Jam
Banjir & Longsor di Sulsel, BNPB Adopsi Konsep Revitalisasi Sungai Citarum
Update Bencana di Sulawesi Selatan: 79 Meninggal dan Satu Warga Hilang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami