Hukuman untuk Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi Dinilai Berlebihan

Hukuman untuk Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi Dinilai Berlebihan
PERISTIWA | 21 Februari 2020 14:45 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Pakar Filsafat Sosial dan Politik Universitas Katolik Soegijapranata, Donny Danardono menyatakan unggahan status Facebook Dosen jurusan Seni dan Bahasa Jawa Sucipto Hadi Purnomo tidak ada maksud untuk mengumpat Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai simbol negara.

"Kalimat itu bukan masuk kata kritik. Kalau kritik harus menyampaikan data, kalau menghina tidak, sebab tidak ada kalimat mengumpat," kata Donny Danardono dalam diskusi terbuka yang digelar BEM Universitas Negeri Semaran (Unnes), Semarang, Kamis (20/2).

Dia mengungkapkan telah menyayangkan sikap Rektor Unnes Fathur Rokhman yang seharusnya sebuah lembaga pendidikan tidak berhak menghakimi dosennya dengan menindak dan melaporkan ke polisi, terkait tuduhan menyindir Jokowi dan cucunya.

"Itu cuma sindiran biasa bukan tertuju kepala Negara. Dan wajar bagi saya kalau dilakukan masyarakat sipil. Apabila seandainya kalimat yang diunggah tersebut kategori menghina jelas negara punya KUHP, sanksi pidana menanti untuk menegakkan keadilan," terangnya.

Terkait dugaan plagiat rektor Unnes, Donny meminta Sucipto melakukan upaya pembuktian agar civitas akademik statusnya tidak digantung.

"Coba kalau begini keadaannya ini kan membuat bingung civitas akademik. Banyak mahasiswa yang kebingungan, marah dan sedikit bertanya-tanya. Maka dari itu, dosen atau civitas akademik diupayakan untuk mengungkap," jelasnya.

Sementara itu Pakar Politik dan Komunikasi Triyanto Lukmantoro menilai kebijakan Rektor Unnes terlalu berlebihan. Menurutnya tidak seharusnya semua hal yang mengkritik, langsung diberangus.

"Kalau mengadili jangan sepihak, itu motivasinya apa? Memang apa yang terjadi sekarang sudah membuat mahasiswa marah. Kalau salah satunya tidak hadir dalam debat, ya jadinya cuma seolah pengadilan absensia saja," jelasnya.

Sedangkan dampak atas kejadian ini, Sucipto tidak bisa memperoleh haknya mengajar. "Jadi saya semenjak dapat SK dibebastugaskan tidak boleh melakukan penelitian maupun mengajar di kampusnya, serta dilarang mengenakan atribut Unnes," tutup Sucipto. (mdk/cob)

Baca juga:
Dinonaktifkan Sebagai Dosen, Benarkah Posting-an Sucipto Purnomo Menghina Jokowi?
Dinonaktifkan Karena Diduga Hina Jokowi, Dosen Unnes Ngadu ke Kemendikbud
Ombudsman Sesalkan Rektor Unnes Nonaktifkan Dosen yang Diduga Hina Jokowi
Pendiri Negara Rakyat Nusantara Dianggap Menghina Presiden, Kapolri dan Panglima TNI
Polisi Tak Terima Laporan Politikus PDIP Terhadap Rocky Gerung, Ini Alasannya
Hina Wapres Ma'ruf, Ja'far Shodiq Dijerat Pasal Berlapis

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami