Ibu Enam Anak asal Tasikmalaya Jadi Korban Pembunuhan di Pangandaran

Ibu Enam Anak asal Tasikmalaya Jadi Korban Pembunuhan di Pangandaran
ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 23 Oktober 2021 04:30 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Seorang warga Kelurahan Tugu Raja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya bernama Air Nurlela (45) diduga menjadi korban pembunuhan di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Jenazahnya ditemukan tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi kepala terbungkus plastik pada Selasa (19/10) malam.

Kasubbag Humas Polres Ciamis Iptu Madalena menyebutkan, polisi awalnya menerima laporan warga di hari penemuan jenazah sekitar pukul 20.00 WIB. "Saat ditemukan, jenazah tersebut disertai luka di bagian tubuhnya, mulai kaki, tangan, leher, dan kepalanya terbungkus plastik warna hitam," sebutnya, Jumat (22/10).

Seusai menerima laporan, tim identifikasi Polres Ciamis langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Mereka membawa jenazah ke RS Pandega, Pangandaran. Namun karena ada dugaan pembunuhan, jenazah dibawa ke RS Sartika Asih Bandung untuk diautopsi.

Identitas jenazah baru diketahui setelah polisi mengumpulkan keterangan dari saksi mata, mencari barang bukti, sampai menyebarkan foto korban di media sosial. Salah seorang tetangga mengenalinya sehingga polisi pun mencari alamat keluarga korban di Kota Tasikmalaya.

"Saat kita datang ke rumahnya, keluarga mengakui bahwa jenazah tersebut adalah istrinya. Saat ini masih melakukan penyelidikan atas dugaan pembunuhan," ungkapnya.

Suami Ai Nurlela, Dede Zenal (50), mengaku bahwa dirinya kaget saat rumahnya didatangi polisi. Petugas yang datang mengabarkan istrinya diduga menjadi korban pembunuhan.

Ia mengatakan bahwa istrinya berangkat untuk bekerja di Ciamis sejak Senin (18/1) pagi. Sepengetahuannya, istrinya sempat pulang ke rumah lalu berangkat lagi.

"Hari Selasa (19/10) kami sempat menghubungi, namun HP-nya tidak aktif. Di hari Rabu (20/10) juga sama. Lalu kami kedatangan tamu dari polisi," katanya.

Dengan meninggalnya Ai, kini Dede harus mengurus sendiri enam anaknya, salah satunya masih berusia 2 tahun. "Almarhumah sejak Kamis (21/10) malam sudah dimakamkan," tutup Dede. (mdk/yan)

Baca juga:
Operator Call Center Basarnas Tewas Setelah Dibegal Saat Pulang Kantor
Tersangka ke Target Utama Sate Sianida: Terima Kasih Cinta, Mulutmu Manis Berbisa
Kasus Mayat Dalam Koper di Bali, Terpidana Segera Bebas dari Lapas Kerobokan
Dendam karena Dipukuli, Residivis Nekat Membunuh
Cemburu Pacar Dibonceng, Pemuda di Musi Banyuasin Ajak 4 Teman Bunuh Tetangga
Polisi Temukan Sabu di TKP Pembunuhan di Obay Agam

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami