Ibu Fera Oktaria: Nyawa Dibalas Nyawa, Prada DP harus Dihukum Mati Juga

PERISTIWA | 22 Agustus 2019 13:47 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Keluarga korban Fera Oktaria (21) tak terima tuntutan seumur hidup penjara yang diberikan oditur terhadap terdakwa Prada DP (22). Tuntutan itu tak adil dengan perbuatan sadis terdakwa terlebih telah merencanakan pembunuhan.

Ibu korban, Suhartini menilai majelis hakim memiliki pertimbangan lain dan tidak mengindahkan tuntutan oditur. Sebab, hukuman seumur hidup penjara tak setimpal dengan nasib anaknya yang dibunuh dan dimutilasi secara keji oleh terdakwa.

"Nyawa dibalas dengan nyawa, anak saya mati, Deri (DP) harus dihukum mati juga. Itu baru adil, bukan seumur hidup," kata Suhartini usai menghadiri sidang di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (22/8).

Suhartini mengaku kecewa dengan tuntutan itu. Apalagi, dalam fakta persidangan tak ada satu pun saksi yang meringankan terdakwa.

"Kami tidak puas, kami maunya dihukum mati," kata dia.

Suhartini juga berharap hakim tidak tertipu dengan tangisan terdakwa dalam persidangan. Dia mengaku mengetahui sikap keseharian terdakwa yang tempramental dan suka berbohong.

"Tangisan dia itu bukan karena menyesal, tapi nangis puas sudah membunuh Fera. Kurang ajar," kata Suhartini. (mdk/ded)

Baca juga:
Selain Seumur Hidup Penjara, Prada DP Juga Dituntut Dipecat dari TNI
Prada DP Menangis Sepanjang Sidang hingga Tak Tahu Tuntutan Oditur
Pengakuan Mengejutkan Prada DP Tega Bunuh Sang Pacar
Terbukti Rencanakan Bunuh Fera, Prada DP Dituntut Seumur Hidup Bui
Prada DP Mengaku Selama 5 Bulan Pendidikan Baru Sekali Meniduri Pacarnya

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.