Ibu Muda di Rokan Hulu Diperkosa 4 Pria, Diancam Bunuh jika Mengadu

Ibu Muda di Rokan Hulu Diperkosa 4 Pria, Diancam Bunuh jika Mengadu
Ilustrasi perkosaan. ©shutterstock.com
NEWS | 7 Desember 2021 01:00 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Tambusai Timur, Kabupaten Rokan Hulu, berinisial Z (19), mengaku berulang kali diperkosa sejumlah pria. Anaknya juga meninggal dunia diduga buntut dari perbuatan salah seorang pelaku.

Z mengaku diperkosa sejak September-Oktober 2021 di rumahnya. Peristiwa itu terjadi saat suaminya pergi bekerja. Keempat pelaku yakni DK, AT, ML dan ZM.

"Kalau (diperkosa) oleh DK ada 3 kali, di springbed, sofa sama hotel. Lalu si AT dan ML 2 kali (di rumah), sekali di belakang kuburan," ucap Z, Senin (6/12).

Korban mengaku ketakutan hingga akhirnya hanya bisa pasrah meski diperkosa berulang kali. Sebab, pelaku selalu mengancam dengan pisau akan membunuh korban dan anak-anaknya jika melaporkan kejadian itu.

"Dia mengancam pakai pisau, mau bunuh saya dan anak saya," kata Z sambil terisak-isak.

Selain di rumah, Z juga pernah diperkosa DK di kantor organisasi kepemudaan di depan rumahnya. "Mereka mengancam terus pakai pisau. Pakai senjata api juga, mengancam terus, ZM juga saya diperkosa di kantor depan rumah, dipaksa," katanya gemetar.

Anak korban berusia 2 tahun juga diempaskan pelaku DK ke ranjang. Sejak itu, DK sakit-sakitan hingga meninggal dunia.

"Anak saya ditarik tangannya sama DK, diempaskan ke kasur dan kejang-kejang. Saya tidak tahu mau ngapain, langsung dipaksa (berhubungan badan)," cerita Z sambil meneteskan air matanya.

Setiap usai melakukan perbuatannya, pelaku selalu mengancam akan membunuh korban dan anaknya jika korban berani buka suara. "Saya ditodong, tangan kanan dia pegang pisau. Dia bilang mau bunuh saya dan anak saya jika lapor ke suami saya," kata Z.

Tak hanya pelaku DK, korban juga mengaku diperkosa teman-teman DK yang lain. Kejadian itu dialami di dekat kuburan, di gubuk kebun, di kantor ormas, disekap di hotel dan uangnya dirampas.

Setelah berulang kali diperkosa dan anaknya meninggal, akhirnya korban buka suara. Korban menceritakan kepada suaminya, bahwa dia diperkosa dan diancam dengan pisau.

Sementara itu, pengacara korban, Andri Hasibuan mengatakan korban telah membuat laporan polisi ke Polsek Tambusai Timur. Namun, laporan itu seolah tidak serius diproses.

"Sudah dilaporkan korban pada awal Oktober 2021. Tapi mereka baru diterima bukti laporan 3 Desember 2021, korban hanya menerima surat klarifikasi saat itu," kata Andri.

"Setelah kami tanyakan kenapa baru 3 Desember, kata penyidik bukan tanggung jawab dia, 'tanyalah SPKT'. Kami berpikir seolah-olah ini terjadi pembiaran. Sampai saat ini tidak ada jawaban yang konkret dari Polsek Tambusai Utara. Kita kecewa," ucap Beri.

Sementara itu, Kapolsek Tambusai Timur Iptu Raja Napitupulu saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Namun dia langsung mematikan telepon saat ditanyai kelanjutan kasus itu.

Baca juga:
Ibu Muda di Rokan Hulu Diperkosa dan Digilir Empat Pria
Polisi Tetapkan Anak Anggota DPRD Pekanbaru Tersangka Pemerkosaan
Mahasiswi Unsri Palembang Korban Pelecehan Seksual Jadi 3 Orang
Polisi Diminta Perhatikan Psikologi 3 Anak Diduga Korban Pencabulan
Pelajar SMK di Sleman Rampok, Perkosa Lalu Bunuh Perempuan Muda
Bareskrim Polri Ungkap Kasus Predator Seksual Anak Via Game Online

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami