ICW Minta KPK Pakai Pasal Pencucian Uang di Kasus Nurhadi

ICW Minta KPK Pakai Pasal Pencucian Uang di Kasus Nurhadi
PERISTIWA | 2 Juni 2020 15:42 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembangkan perkara yang melibatkan mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi. Hal ini disampaikan ICW menyusul penyidik KPK menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.

"Ini berkaitan dengan dugaan penerimaan suap dan gratifikasi sebesar Rp46 miliar yang diterima oleh Nurhadi. Sebab, selama ini beredar kabar bahwa yang bersangkutan memiliki profil kekayaan yang tidak wajar," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam siaran persnya, Selasa (2/6).

Menurutnya, hal tersebut membuka kemungkinan uang yang didapat Nurhadi telah digunakan untuk kepentingan pribadinya. Untuk itu, ICW mendorong KPK menjerat Nurhadi dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Selain itu, KPK juga harus mengenakan pasal obstruction of justice atau menghalangi proses hukum bagi pihak-pihak yang membantu pelarian Nurhadi. Seperti diketahui, Nurhadi dan Rezky Herbiyono telah ditetapkan sebagai buronan oleh KPK sejak Februari 2020.

"Tentu hal ini dapat digali lebih lanjut oleh KPK dengan menyoal kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang membantu pelarian atau persembunyian keduanya. Mustahil jika dikatakan pelarian ini tanpa adanya bantuan dari pihak lain," ujar Kurnia.

ICW juga meminta KPK menggali potensi keterlibatan Nurhadi dalam perkara lain.
Pasalnya, penangkapan Nurhadi dan Rezky ini pada mulanya merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada tahun 2016 yang melibatkan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, dan mantan Presiden Komisaris PT Lippo Group, Eddy Sindoro.

Kemudian, KPK diminta menelusuri keberadaan pihak lain yang diduga terkait dengan Nurhadi. ICW mencatat setidaknya ada tiga pihak yang hingga saat ini tidak kooperatif memenuhi panggilan KPK sebagai saksi yakni, sopir Nurhadi bernama Royani, ajudan Nurhadi, serta anak Nurhadi bernama Rizqi Aulia Rahmi.

"Anak dari Nurhadi ini dipandang mengetahui konteks perkara yang menjerat Nurhadi serta suaminya, Rezky Herbiyono. Yang bersangkutan diketahui telah dua kali mangkir dari panggilan KPK," tutup Kurnia.

Reporter: Lisza Egeham
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Usai Diperiksa, Nurhadi dan Menantu Langsung Dijebloskan ke Rutan KPK
Nurhadi Tertangkap, KPK Ultimatum Para Tersangka yang Masih Buron Serahkan Diri
Buron Sejak Februari 2020, KPK Tangkap Nurhadi dan Rezky Hebriyon
Kronologi KPK Tangkap Nurhadi dan Menantunya di Rumah Persembunyian
Novel Baswedan Ikut Terlibat Dalam Penangkapan Nurhadi dan Menantu
BW Puji Novel Tangkap Nurhadi: Mata Dirampok Penjahat Integritasnya Tetap Memukau
Pimpinan KPK: Novel Baswedan Ikut Menangkap Nurhadi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5