ICW Sarankan Menkum HAM Reformasi Lapas Secara Menyeluruh

PERISTIWA | 17 Juli 2019 23:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) merekomendasikan kepada pemerintah untuk mereformasi pengelolaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) secara menyeluruh. Hal ini berkaca dari beberapa kejadian di lapas seperti bebas berkeliarannya tahanan, pejabat menerima suap, pungutan liar, narkoba dan penganiayaan terhadap tahanan.

Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz menganggap rangkaian kejadian itu disebabkan minimnya integritas di lembaga pemasyarakatan. Kasus yang terbaru ialah terkait seringnya Setya Novanto terlihat berkeliaran di luar lapas.

"Menurut saya butuh reformasi yang serius dari Menkumham untuk membenahi lembaga pemasyarakatan," kata Donal di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (17/7).

Menurut Donal, kasus Novanto menjadi catatan serius bagi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Sebab di lapas napi koruptor saja masih ditemukan celah untuk bermain.

Selain kasus Novanto, Donal juga menyinggung beberapa penyimpangan lain di lapas. Contohnya seperti pungutan liar yang dilakukan oknum sipir terhadap tahanan. Bahkan, ada pula kasus penyiksaan di tahanan.

"Temuan Ombudsman kan sudah cukup banyak di lembaga pemasyarakatan kita," terang Donal.

Kasus Setnov mengemuka beberapa bulan terakhir. Terpidana korupsi KTP-el itu tepergok pelesiran ke toko bangunan. Awalnya, Novanto dipindahkan dan diisolasi di Lapas Gunung Sindur, Bogor.

Belakangan, Setya Novanto dikembalikan lagi ke lapas Sukamiskin secara diam-diam. Alasan pengembalian itu lantaran Novanto berjanji memperbaiki perilakunya.

Reporter: Yopi Makdori

Baca juga:
Napi Wanita Lapas Sampit Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Mandi Penjara
Jurus Jitu Biar Napi Tak Jadi Gay dan Lesbi di Tahanan
Usul Komnas HAM Tanggulangi Masalah Over Kapasitas Penjara
Solusi Atasi Penyimpangan Seksual Napi di Tahanan
Komnas HAM Ingatkan Kemenkum HAM Hati-hati Respons Kasus Napi Gay

(mdk/ray)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com