IDAI: 20 Persen Anak yang Terinfeksi Covid-19 Tidak Memiliki Gejala, Justru Berbahaya

IDAI: 20 Persen Anak yang Terinfeksi Covid-19 Tidak Memiliki Gejala, Justru Berbahaya
Kantor bus sekolah DKI jadi tempat isolasi pasien Covid-19. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
NEWS | 30 Juli 2021 06:05 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Ketua Satuan Tugas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr Eva Devita mengatakan 20 persen anak yang terinfeksi Covid-19 tidak memiliki gejala, meskipun terdapat virus pada tubuhnya.

"Ada 20 persen anak yang tanpa gejala, jadi anak ada virus di tubuhnya tapi tidak memiliki gejala. Ini justru yang berbahaya, karena mereka tetap bisa menularkan," kata Eva dalam diskusi 'Kupas tuntas Vaksin Covid-19' secara daring di Jakarta, Kamis (29/7) seperti dikutip dari Antara.

Dengan melihat situasi ini, Eva menyarankan semua orang tua untuk memberikan suntik imunisasi dan vaksinasi kepada anak dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19.

Ia mengatakan imunisasi penting untuk tubuh karena dapat menangkal virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, imunisasi aman diberikan pada anak dan dapat meningkatkan antibodi yang ada dalam tubuh.

"Ketika ada imunisasi, maka dia akan langsung menuju atau merangsang pertahanan lapis ketiga, sehingga tubuh tidak perlu sakit. Tapi kemudian pertahanan lapis ketiga ini akan memacu membentuk antibodi yang spesifik," kata dia menjelaskan pentingnya melakukan imunisasi.

Eva mengungkapkan satu dari delapan orang yang terinfeksi Covid-19 adalah seorang anak. Sekitar 12,5 persen anak memiliki gejala Covid-19.

Sedangkan tiga sampai lima persen dari pasien yang meninggal, 50 persennya adalah anak usia balita. Hal tersebut menunjukkan bahwa penularan Covid-19 pada anak sebagian besar berasal dari klaster keluarga.

Eva menjelaskan, bahwa telah dilakukan penelitian terkait pemberian vaksin pada anak di China, yang menyatakan vaksin aman untuk dikonsumsi dan memberikan efektivitas pembentukan antibodi tubuh yang signifikan jumlahnya.

Melihat semakin meningkatnya jumlah anak yang terpapar Covid-19, Manajer Advokasi Wahana Visi Indonesia (WVI) Junito Drias berpendapat bahwa orang tua punya peran besar untuk memastikan anak mendapatkan vaksin dan imunisasi.

"Jadi ini yang perlu kita angkat ke permukaan. Bahwa anak punya hak yang sama untuk divaksinasi , tetapi orang dewasa yang punya peran besar untuk memastikan anak divaksinasi," tegas Junito.

Ikut menanggapi soal pemberian vaksin pada anak, perwakilan Forum Anak Indonesia dari Jakarta Ghifara (16) mengatakan sebagai seorang anak, ia ingin mendapatkan vaksin untuk meningkatkan kekebalan imun tubuhnya.

"Aku mau divaksinasi karena mau meningkatkan imun tubuh biar enggak kena Covid. Aku tahu soal vaksin dari media pertamanya, lalu aku didaftarin vaksin dari sekolah," kata Ghifara. (mdk/bal)

Baca juga:
VIDEO: Varian Covid Delta Plus, Muncul di Indonesia yang Disebut WHO Lebih Berbahaya
Dokter Paru Nilai Belum Diketahui Durasi Proteksi Vaksin Untuk Cegah Penularan Covid
Satgas: Juli Menjadi Bulan Tingkat Kematian Tertinggi Selama Pandemi di RI
Dokter Paru Nilai CT Value Bukan Patokan Tepat Aman dari Covid-19
Menteri PUPR: Pandemi Momentum Modernisasi Jalan Tol
Pemerintah Perpanjang Jangka Waktu Stimulus Ketenagalistrikan Ringankan Beban Rakyat

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami