IDAI Minta Semua Kegiatan Libatkan Anak Dilakukan Daring

IDAI Minta Semua Kegiatan Libatkan Anak Dilakukan Daring
RPTRA Kampung Rambutan. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
PERISTIWA | 21 Juni 2021 11:06 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta semua kegiatan yang melibatkan anak usia 0 hingga 18 tahun dilakukan secara daring. Permintaan ini untuk mencegah terus bertambahnya kasus Covid-19 pada anak.

"Jadi, IDAI mengimbau semua kegiatan yang melibatkan anak usia 0 sampai 18 tahun di selenggarakan secara daring," kata Ketua Umum IDAI, Aman Bhakti Pulungan, Senin (21/6).

Dia juga meminta orang tua maupun pengasuh mengawasi aktivitas anak, baik daring maupun luring. Jika tidak dalam kondisi mendesak, anak sebaiknya tetap berada dalam rumah.

Namun, jika terpaksa harus keluar rumah, Aman Bhakti mengingatkan orang tua untuk menghindari anaknya dari area dengan ventilasi tertutup, kepadatan dan risiko kontak erat tinggi.

"Ikuti protokol kesehatan secara disiplin selama di dalam rumah, dalam perjalanan mau pun di luar rumah. Termasuk orang tua-orang tuanya. Ketika orang tuanya tidak taat protokol, kasihan anaknya," ujar dia.

Aman Bhakti mengimbau orang tua segera melengkapi imunisasi rutin anak untuk mencegah terjangkit penyakit berbahaya lain. Orang tua juga harus memperhatikan hak hidup dan hak kesehatan anak.

"Kita hidup untuk apa kalau bukan untuk anak dan cucu kita? Jaga anak kita, jaga anak kita, jangan sampai anak ada yang sakit," pesannya.

Sebelumnya, Aman Bhakti mengatakan kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia merupakan tertinggi di dunia. Kesimpulan ini berdasarkan data case fatality atau tingkat kematian pada anak akibat virus SARS-CoV-2 itu.

"Data IDAI menunjukkan case fatality ratenya itu adalah 3 sampai 5 persen. Jadi kita ini kematian yang paling banyak di dunia," katanya, Senin (21/6).

Aman Bhakti menjelaskan, dari total kasus positif Covid-19 nasional saat ini, 12,5 persen dikontribusikan anak usia 0 hingga 18 tahun. Ini menunjukkan, satu dari delapan kasus positif Covid-19 di Indonesia merupakan anak.

Jika dilihat dari data provinsi 17 Juni 2021, DKI Jakarta mencatat angka penambahan kasus positif Covid-19 cukup tinggi pada anak. Dalam sehari, ada peningkatan 661 anak terjangkit Covid-19. Dari jumlah tersebut, 144 di antaranya usia balita (bawah lima tahun).

"Saya sering mengatakan 50 persen kematian anak itu balita, bukan balita itu meninggal 50 persen. Jadi dari seluruh yang meninggal pada anak, 50 persennya balita," sambungnya.

Aman Bhakti menuturkan, situasi kasus Covid-19 pada anak di Indonesia mengkhawatirkan. Sebab, hingga kini sebagian besar rumah sakit belum memiliki ruang ICU (Intensive Care Unit) khusus anak.

Sementara itu, obat-obatan termasuk Intravenous Fluid Drops (IVFD) terbatas karena tidak masuk dalam skema pelayanan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan.

"Saat ini juga, SDM semakin menurun, termasuk dokter dan perawat. Ini kan menjadi masalah. Jadi kita bisa kolaps," kata dia. (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami