IDAI Pertanyakan Anak di Bawah 12 Tahun Belum Divaksinasi Tapi Ikut PTM Terbatas

IDAI Pertanyakan Anak di Bawah 12 Tahun Belum Divaksinasi Tapi Ikut PTM Terbatas
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SMPN 1 Depok. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 17 Oktober 2021 18:38 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Pemerintah telah mengizinkan anak di bawah 12 tahun mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah di tengah pandemi Covid-19. Padahal, hingga saat ini, belum ada vaksin Covid-19 yang direkomendasikan untuk anak di bawah 12 tahun di Indonesia.

Perwakilan Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Kurniawan Taufiq Kadafi mengatakan, pihaknya telah merekomendasikan anak di bawah 12 tahun belum bisa mengikuti PTM terbatas di sekolah.

"Nah saya tidak tahu pertimbangannya kenapa yang belum diimunisasi justru dimasukkan (PTM terbatas) terlebih dahulu," katanya saat Webinar TIM Mitigasi IDI, Minggu (17/10).

Menurut dokter spesialis anak ini, pendidikan pada anak di bawah 12 tahun sebetulnya bisa ditangani sementara oleh orang tua di rumah. Dia mengambil contoh Pendidikan anak usia dini (PAUD).

Pola pembelajaran pada siswa PAUD cenderung belajar sambil bermain. Sehingga PTM terbatas bagi mereka bukan hal mendesak.

"Menurut ahli kami, anak-anak misalnya PAUD itu masih bisa dibackup secara pendidikan oleh orang tuanya, artinya dia masih pendidikan dengan basic bermain," jelasnya.

Kurniawan mengingatkan PTM terbatas di Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan negara lain. Sebab, keterpaparan Covid-19 pada anak di Indonesia lebih tinggi dari negara lain.

"Peta di Indonesia agak sedikit unik dengan di luar. Kalau di luar orang bilang gejala klinis anak yang ringan lebih banyak, kalau di kita cukup signifikan. Kalau rapat dengan IDAI negara-negara lain pada waktu awal-awal 2021 (kasus Covid-19 pada anak di Indonesia) hampir tertinggi sedunia," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Pembelajaran Tatap Muka di Surabaya Diklaim Aman, Begini Fakta di Baliknya
Imbas Penusukan Pelajar, PTM Sekolah di Bogor Ditangguhkan Dua Pekan
Cegah Corona, Pemkot Tangsel Gelar Tes Acak di 48 SMP
Sekolah di NTT Diminta Pastikan Penerapan Prokes Selama PTM
Pastikan Keamanan Siswa saat PTM, Sopir Angkot di Medan Wajib Vaksinasi Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami