IDI: Banyak Tenaga Medis Terpaksa Memakai Masker Bedah karena Kekurangan Masker N95

IDI: Banyak Tenaga Medis Terpaksa Memakai Masker Bedah karena Kekurangan Masker N95
PERISTIWA | 10 April 2020 16:06 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Adib Khumaidi mengungkapkan tenaga medis masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker N95. Akibatnya, para tenaga medis terpaksa menggunakan masker bedah.

"Masih banyak teman-teman kami yang akhirnya terpaksa memakai masker bedah padahal kita berharap kalau seandainya masker N95 terpenuhi, ya semua pakai N95," kata Adib saat dihubungi merdeka.com, Jumat (10/4).

Tak hanya itu, para tenaga medis juga mengakali penggunaan masker N95. Dari seharusnya hanya digunakan sekali kini dipakai sampai tiga kali.

"N95 yang biasanya maksimal 5 hari kita re-use tiga kali supaya bisa kita pakai sampai 15 hari. Karena kelangkaannya itu," ucapnya.

Sementara untuk APD lain seperti kacamata pelindung, pakaian pelindung tubuh dan sarung tangan cukup terpenuhi. Perlengkapan tersebut terpenuhi berkat bantuan masyarakat.

"Kalau APD alhamdulillah respons dari masyarakat. Bantuan dari pemerintah cukup baik juga lah, bantuan-bantuan dari perusahaan melalui CSR sudah banyak yang membantu. Artinya ada beberapa laporan yang kita dapatkan, saat ini memang sudah lebih baik daripada yang kemarin," ujar Adib. (mdk/gil)

Baca juga:
Cegah Penyebaran Corona, Penumpang Kereta Api di Sumatera Wajib Gunakan Masker
Cegah Corona, Ini Bahan Masker Kain Terbaik yang Disarankan Pakar
Pemkab Sangihe Gunakan Balai Latihan Kerja untuk Produksi Masker
Kasus Covid-19 Tambah 337, Masyarakat Diingatkan Disiplin Jaga Jarak dan Pakai Masker
Imbauan Pakai Masker di Tengah Pandemi Covid-19
Kreativitas Ibu-ibu PKK di Gunung Putri Bikin Masker Gratis untuk Warga

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami