IDI Sebut Virus Corona Varian Delta Banyak Serang Anak Muda, Berbahaya bagi Ibu Hamil

IDI Sebut Virus Corona Varian Delta Banyak Serang Anak Muda, Berbahaya bagi Ibu Hamil
Ilustrasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com
PERISTIWA | 19 Juni 2021 23:00 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengingatkan potensi bahaya virus corona varian delta. Menurutnya, jenis ini justru banyak menyerang anak-anak muda.

"Varian delta ini justru banyak menyerang yang masih muda-muda serangannya langsung dengan gejala berat. yang bersangkutan tidak menyadari atau kurang aware, sakit sedikit tidak peduli, sehingga langsung datang dengan gejala berat, kalau datang dengan gejala berat maka angka kesembuhan lebih kecil," ungkapnya dalam diskusi "Covid Meradang Pasca Libur Panjang", Sabtu (19/6).

Daeng melanjutkan, varian delta ini juga berbahaya bagi ibu hamil yang sedang mengandung dan ibu menyusui.

"Betul lebih berbahaya. Untuk ibu hamil akan berpengaruh terhadap janin. Atau kalau ibu menyusui berpengaruh kepada anaknya. Sebab hubungan yang dekat itu bisa ikut tertular juga," ujar Daeng.

"Varian delta ini selain lebih cepat menular, juga lebih berbahaya. Mulanya gejala-gejala ringan tapi perburukannya lebih cepat. Jadi misalnya mengalami sesak napas, lalu lebih cepat memburuk kondisinya," lanjutnya.

Menurutnya, pasien yang terpapar Covid-19 tidak boleh lengah meski masih mengalami gejala ringan. Jangan sampai terlambat menunggu gejala sedang atau berat.

"Dengan gejala yang mungkin masih ringan sebaiknya cepat segera ditangani, jangan sampai lengah walau ringan. Karena pengalaman kami selama setahun lebih ini, kalau orang kena Covid-19 dan cepat ditangani maka tingkat kesembuhan lebih tinggi," jelas Daeng.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, salah satu varian yang saat ini menjadi perhatian pemerintah adalah varian delta B.1.617.2 atau varian mutasi ganda dari India.

Menurut data Kementerian Kesehatan, varian ini banyak ditemukan di DKI Jakarta, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Bangkalan. Varian ini diketahui menyebabkan penularan Covid-19 terjadi secara lebih cepat. (mdk/yan)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami