Idrus Marham Prihatin Jadi Terdakwa Penerima Suap PLTU Riau-1: Saya Tak Terima Uang

PERISTIWA | 12 Maret 2019 16:29 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Mantan Menteri Sosial, Idrus Marham prihatin dirinya duduk sebagai terdakwa atas kasus penerimaan suap PLTU Riau-1. Ia merasa tidak menerima apapun dari Johannes Budisutrisno Kotjo, pemilik Blackgold Natural Resources (BNR), perusahaan yang menggarap proyek tersebut.

"Saya prihatin. Saya tidak terima uang karena saya sudah pagari," ucap Idrus saat memberikan keterangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (12/3).

Hakim Anwar kemudian menanyakan komunikasi Idrus dengan Eni yang menyinggung permintaan uang dari Johannes untuk operasional musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

"Kami tidak memaksa anda mengaku di sini. Tapi dari percakapan saudara dengan Eni apa anda merasa bersalah?" Tanya Hakim Anwar.

"Saya hanya prihatin. Pikiran saya saya batasi. (Eni bilang) bang enggak apa-apa ini bagus untuk Golkar. Saya mengingatkan," tukasnya.

Sementara itu keterlibatan Idrus dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1 diduga ia menerima suap Rp 2,25 miliar dari Johannes Budisutrisno Kotjo, bos dari Blackgold Natural Resources (BNR), perusahaan yang menggarap proyek PLTU Riau-1.

Sebagaimana surat dakwaan jaksa penuntut umum pada KPK, uang yang diterima Idrus digunakan untuk pencalonan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Atas perbuatannya, Idrus didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (mdk/ded)

Baca juga:
Idrus Marham Jalani Sidang Keterangan Terdakwa
Idrus Marham Minta Eni Saragih Siapkan USD 2 Juta Jatah proyek PLTU Riau-1
Idrus Marham Sempat Konsultasi ke Luhut untuk Jadi Ketum Golkar Gantikan Setnov
Kasus Suap PLTU Riau 1, Eni Saragih Divonis 6 Tahun Penjara
Hakim Tolak Permohonan Justice Collaborator Eni Saragih
Hakim Tipikor Putuskan Hak Politik Eni Saragih Dicabut Selama 3 Tahun

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.