Iklan Perindo tidak wajar, 4 stasiun tv milik Hary Tanoe ditegur KPI

Iklan Perindo tidak wajar, 4 stasiun tv milik Hary Tanoe ditegur KPI
Deklarasi Parta Perindo. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
NEWS | 21 Oktober 2016 11:22 Reporter : Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menjatuhkan sanksi peringatan bagi empat televisi milik Hary Tanoe, di antaranya RCTI, MNC TV, I-News TV dan Global TV. Keempatnya dinilai telah menayangkan iklan Partai Perindo dengan intensitas tidak wajar.

Dalam siaran persnya, Jumat (21/10), KPI Pusat menegur keempat stasiun televisi itu karena tayangan iklan dengan muatan mars Partai Perindo berpotensi mengganggu kenyamanan publik. Selain itu, siaran iklan Partai Perindo tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan kepentingan publik yang diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI tahun 2012.

KPI Pusat juga menerima banyak aduan dari masyarakat perihal tayangan iklan Partai Perindo. Berdasarkan data pengaduan masyarakat yang KPI Pusat terima, siaran iklan Partai Perindo dinilai sangat sering ditayangkan.

Dalam empat surat peringatan itu, KPI Pusat menjelaskan bahwa peringatan yang dilayangkan merupakan bagian dari pengawasan KPI Pusat terhadap pelaksanaan peraturan serta P3 dan SPS oleh lembaga penyiaran, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

KPI Pusat berharap RCTI, Global TV, MNC TV dan I-News TV segera menindaklanjuti aduan masyarakat tersebut dan senantiasa menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan dalam penayangan sebuah program siaran.

(mdk/tyo)

Baca juga:

Cuma di Indonesia, dada robot pun kena sensor

DPR tolak draf rekomendasi KPI ke Kominfo soal izin siaran tv swasta

KPI sebut 10 stasiun TV layak dapat izin perpanjangan penyiaran

KPI ingatkan media supaya netral dalam pemberitaan Pilgub DKI

KPI diminta segera beri izin hak siar 10 stasiun televisi swasta

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami