Ikut Aksi Kekerasan Intoleran, 2 Warga Solo Ditangkap

Ikut Aksi Kekerasan Intoleran, 2 Warga Solo Ditangkap
PERISTIWA | 21 September 2020 17:17 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Jajaran Polresta Surakarta kembali menangkap 2 orang pelaku tindak intoleran yang terjadi saat acara midodareni di rumah Habib Umar, kampung Mertodranan, Pasarkliwon, 8 Agustus lalu. Kedua tersangka berinisial W alias Lentho (42) dan M alias Minthun (45), merupakan warga Bibis Baru dan Lojiwetan, Solo.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat dalam melakukan penyerangan dan penganiayaan yang menyebabkan 3 orang terluka tersebut.

Kapolresta Surakarta, AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, penangkapan kedua tersangkadilakukan pada tanggal 18 dan 19 September di kediaman masing-masing. Mereka langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Mapolresta Surakarta. Penangkapan kedua tersangka menurut Kapolresta, merupakan hasil pengembangan dari penyidikan terhadap 8 tersangka lainnya.

"Dari hasil pengembangan penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik, Satreskrim Polresta Surakarta berturut-turut pada 18 September dan 19 September, kembali berhasil menangkap dua orang tersangka lainnya, atas inisial W dan M," Ujar Adi Safri, saat konferensi pers di Mapolresta Surakarta, Senin (21/9).

Kapolresta menjelaskan, kedua tersangka tersebut secara bersama-sama ikut melakukan tindak kekerasan saat peristiwa terjadi. Ade menegaskan, tim penyidik Polresta Surakarta masih akan memburu para pelaku lainnya yang hingga saat ini masih menjadi target operasi.

"Kita tetap mengimbau semua yang terlibat segera menyerahkan diri Ke Polresta Surakarta, atau kita akan buru ke mana pun dan dimanapun," tegasnya.

Dengan tertangkapnya dua tersangka tersebut, dikatakan Kapolresta, hingga saat ini sudah 10 tersangka berhasil ditangkap. Delapan tersangka diantaranya telah mengikuti rekonstruksi yang digelar pekan lalu di tempat kejadian perkara (TKP), kampung Mertodranan, Kecamatan Pasarkliwon.

"Dari 10 tersangka yang sudah kita tangkap, 8 berkas di antaranya sudah kita kirimkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surakarta, untuk penelitian berkas tahap pertama. Dan menyusul dua tersangka berikutnya yang sudah kita tangkap Zyang saat ini sedang dilakukan penyidikan dan dikembangkan, untuk mencari keterlibatan dari pelaku pelaku lainnya," katanya. (mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami