Ikut Kontes Mobil Hemat Energi, UMS Luncurkan 2 Mobil Listrik

PERISTIWA » MALANG | 17 September 2019 10:26 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo, meluncurkan 2 mobil listrik yang akan diikutkan dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019. Kontes yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) dan Universitas Negeri Malang pada tanggal 24-28 September 2019 tersebut dihelat di Sirkuit JSI, Malang, Jawa Timur.

Dua mobil karya mahasiswa Fakultas Teknik UMS tersebut diberi nama UEV-15 Trisula dan Ababil Evo II. Kedua mobil akan bersaing dengan mobil listrik lain. Peluncuran mobil listrik tersebut dilakukan Wakil Rektor III UMS, Taufik Kasturi di lobi gedung Siti Walidah UMS, Senin (16/9).

"Kami berharap bisa memberikan yang terbaik untuk UMS meskipun bersaing dengan universitas ternama," ujar Taufik.

Selain mengirimkan dua mobil listrik dari tim organisasi Electric Car Research Center (ECRC) UMS), dalam kompetisi hemat bahan bakar itu juga mengirimkan satu mobil berbahan bakar gasoline yang diberi nama Bayu Surya Proto UM 0.0. Dalam kompetisi itu, tim UMS mengikuti kelas urban concept dan kelas prototype.

Pembimbing Tim UMS, M Al Fatih Hendrawan menyampaikan, untuk kelas urban concept, mobil didesain sesuai dengan kendaraan pada umumnya dengan menggunakan empat roda. Sedangkan untuk prototype adalah kendaraan masa depan dengan desain khusus yang memaksimalkan aspek aerodinamika. Dalam kontes tersebut bahan bakar yang diperbolehkan adalah gasoline, diesel, ethanol dan listrik.

©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

"Saat ini kita optimalkan untuk kecepatan melalui cara driving. Karena yang jadi inti adalah di transmisi selain engine dan cara menyetir," jelasnya.

Lebih lanjut Fatih mengatakan untuk mobil Trisula kelas urban listrik memiliki spesifikasi baterai Li-Ion 17,5 AH 48 Volt. Dengan mesin penggerak atau drivetrain, brushless direct current motor 1000 watt. Dengan kecepatan mencapai 55 km/jam, 600rpmdan waktu yang digunakan untuk pengisian baterai selama 8,75 jam.

"Sedangkan untuk tipe prototipe menggunakan baterai Li-Ion 8,7 AH 48 Volt," terangnya.

Untuk mesin menggunakan brushless direct current Motor 350 watt, over power watt lebih dari 1.000 watt. Kecepatan mencapai 40 km/jam dan waktu pengisian baterai membutuhkan waktu 4,35 jam.

Sedangkan untuk mobil Bayu Surya untuk kategori prototipe gasoline menggunakan bahan bakar gasoline. Menggunakan mesin ignition spark 115cc. Mobil dengan berat 95 kg tersebut menggunakan bahan fiberglass composite untuk body kendaraan.

"Untuk mobil Bayu Surya kami memaksimalkan kinerja mobil 300 km per liter. Saat test drive kecepatan mencapai 200 km per liter. Saingan terberat kami dari ITS, UI dan Gunadarma. Dalam kompetisi nanti penilaian untuk efisiensi bahan bakar," kata ketua tim mobil Bayu Surya, Bejo Aji Agus Saputro.

Ketua tim mobil Trisula, Ibnu Shokhibul Khak, menargetkan bisa masuk 10 besar dalam kompetisi tersebut. UMS termasuk dalam pendatang baru dalam kelas urban. Sedangkan mobil Ababil EVO II ditargetkan masuk tujuh besar.

Baca juga:
Mobil Listrik Honda e Siap Dipasarkan, Ada Kecerdasan Buatannya
Mobil Listrik Bertenaga Surya Buatan Toyota Diujicoba
All New Corolla Altis Mobil Pertama di Indonesia dengan Fitur Toyota Safety Sense!
All New Toyota Corolla Altis Meluncur, Varian Mesin Hybrid Rp 566,3 Juta
Dalam Waktu Dekat, Pejabat Kemenhub Bakal Pakai Mobil Listrik
Grab Harap Pemerintah Beri Insentif Pengembangan Mobil Listrik

(mdk/bal)

TOPIK TERKAIT