Ima Matul Maisaroh putus sekolah karena dipaksa menikah

PERISTIWA » MALANG | 25 Juli 2016 15:01 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Ima Matul Maisaroh (33), srikandi Indonesia yang akan tampil di panggung konvensi nasional Partai Demokrat Amerika Serikat, ternyata memiliki kisah kelam. Justru masa kelamnya itu yang mengantarkan pada posisinya saat ini.

Kepergiannya ke Amerika Serikat diawali saat yang bersangkutan pisah dari orang tua. Perempuan asal Gondanglegi, Kabupaten Malang itu hendak dinikahkan dengan pria yang jauh lebih tua.

"Dulu saya berhenti sekolah karena mau dikawinkan dengan orang yang gak kenal dan umurnya 12 tahun lebih tua," kata Ima Matul Maisaroh saat dihubungi melalui messenger, Senin (25/7).

Namun penolakan Ima gagal, hingga akhirnya menikah dengan pria tersebut. Sempat kabur, tetapi orang tua akhirnya menemukan dan menikahkannya, walaupun kemudian bercerai.

"Rumah tangga gak bahagia karena gak cinta. Saya kabur dari rumah tapi orang tua temuin saya. Terus saya pisah sama suami, habis itu merasa malu jadi saya pingin pergi jauh-jauh dari kampung," kisahnya.

Ima Matul ini akan berpidato di depan puluhan ribu delegasi dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat yang digelar di Philadelphia, Pennsylvania, AS. Bersama belasan senator dan pembicara bergengsi lainnya, Ima tampil di panggung utama Stadion Wells Fargo, pada Selasa (26/7).

Sejak bercerai, Ima mendaftar di sebuah perusahaan pengerah tenaga kerja. Saat sedang magang, Ima mendapatkan kemudahan jalan.

Majikannya sementaranya itu, tenyata memiliki kerabat yang kemudian mengajak bekerja di tempatnya. Sejak saat itu, Ima bekerja di Amerika Serikat.

"Terus saya daftar ke PT untuk kerja di Hong Kong. Karena saya gak punya pengalaman jadi saya harus latihan kerja. Saya latihan kerja di Malang dan majikan saya ini punya saudara sepupu di AS. Saudaranya ini perlu pembantu, saya ditawarin. Saya senang sekali karena gajinya USD 150 per bulan," pungkasnya. (mdk/cob)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.