Imam Besar Masjid Istiqlal Harap Ada Pertemuan Tokoh Agama Cegah Konflik Keagamaan

PERISTIWA | 17 Oktober 2019 20:31 Reporter : Tri Yuniwati Lestari

Merdeka.com - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dapat masalah keagamaan dengan baik dalam pemerintahannya mendatang.

Nasaruddin khawatir apabila terjadi pembiaran terhadap gerakan radikalisme seperti yang belakangan terjadi dapat terjadi konflik keagamaan.

"Jadi perlu ada semacam sistem proteksi secara mendasar, jangan kita hanya menyelesaikan persoalan-persoalan permukaannya tapi tidak mengerti persoalan mendasarnya nah itu perlu pendalaman lebih lagi," kata Nasaruddin di Jakarta, Kamis (17/11).

Nasaruddin menyarankan Presiden Jokowi segera mempertemukan para tokoh agama khususnya para ulama dan guru agama untuk duduk bersama dan membicarakan penyelesaian konflik keagamaan yang ada sekarang ini.

Nasaruddin juga menginginkan adanya peraturan tertulis untuk seluruh agama di Indonesia agar tidak ada lagi perpecahan atau permasalahan mengenai agama di Indonesia.

"Saya inginkan itu kita ada semacam koordinasi sesama pengajar agama dalam mengajarkan agama kita masing-masing jangan menyerempet untuk menjelek-jelekan agama lain. Semua agama itu diyakini benar oleh semua penganutnya tapi jangan kita mentah-mentah mengadili agama orang lain itu sesat," tandas dia.

Baca juga:
Mendagri Petakan Daerah Merah Radikalisme dari Sumatera Hingga Papua
Tangkal Radikalisme, BPIP Minta Wawasan Pancasila Masuk dalam Tes CPNS
Penusukan Wiranto, Universitas Mathla'ul Anwar Tolak Dikaitkan dengan Radikalisme
Menag Lukman Hakim: Peran Santri Menghentikan Radikalisme Never Ending
Hasto: Jangan Ragu-ragu Tindak Aktor Intelektual di Belakang Gerakan Radikalisme
GP Ansor Ajak Warga Laporkan Ajakan Radikalisme Pasca Penusukan Wiranto
Buntut Penangkapan Anggota JAD di Bali, Polisi Perketat Keamanan Lokasi Wisata

(mdk/gil)