Imbas Covid-19 di Buleleng Bali: 2.295 Karyawan Dirumahkan, 135 Terkena PHK

Imbas Covid-19 di Buleleng Bali: 2.295 Karyawan Dirumahkan, 135 Terkena PHK
Aktivitas Pegawai Usai Bekerja. ©2020 Liputan6.com/JohanTallo
PERISTIWA | 15 Oktober 2020 03:28 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng, Bali, Ni Made Dwi Priyanti menuturkan, sejak pandemi Covid-19 hingga saat ini, sudah tiga perusahaan di Buleleng yang bergerak di sektor pariwisata ditutup.

"Ada cuma tiga, perusahaan di sektor pariwisata hotel dan restoran. Ya tercatat tiga perusahaan sehingga pekerja di PHK. Namun, sudah sesuai dengan Undang-Undang ketenagakerjaan dengan memberi uang pesangon, tali kasih dan lain-lain," kata Priyanti saat dihubungi Rabu (14/10).

Dia melanjutkan, tercatat ada 42 perusahaan merumahkan karyawannya. Sedangkan, 3 perusahaan melakukan PHK terhadap karyawannya. Kemudian, untuk data pekerja formal yang dirumahkan di Buleleng sebanyak 2.295 orang dan yang di PHK 135 orang.

Pihaknya sudah memfasilitasi Bantuan Langsung Tunai (BLT), kartu prakerja, BPJS dan Jamsostek bagi karyawan yang dirumahkan. Dia berharap, mereka dapat dipekerjakan kembali setelah pandemi Covid-19 usai. Namun, karena saat ini masih kondisi Covid-19 tentu perusahaan di bidang pariwisata belum bisa bergerak.

"Karena, tidak ada tamu selama ini. Nanti kedepannya dengan kembali seperti semula, saya rasa kembali perekonomian tetap berjalan itu harapan saya. Ada investor yang masuk kedepannya lagi biar pengangguran menurun," ujar Priyanti. (mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami