Imbas Pandemi Covid-19, Hotel & Restoran di Banten Terancam Gulung Tikar

Imbas Pandemi Covid-19, Hotel & Restoran di Banten Terancam Gulung Tikar
PERISTIWA | 6 April 2020 11:19 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten memprediksi banyak hotel dan restoran akan gulung tikar imbas pandemi Covid-19.

Ketua PHRI Banten Ahmad Sari Alam mengatakan, bilamana kondisi virus corona tak kunjung berhenti maka hotel maupun restoran lambat laun akan tutup. Bisnis hotel dan restoran sangat bergantung dengan pengunjung. Dengan kondisi mewabahnya virus Corona mengakibatkan hampir tidak ada pengunjung hotel dan restoran di Banten.

"Bagaimana mau mendapatkan keuntungan untuk mereka (hotel dan restoran) jika pengunjung tidak ada. Di tambah, ada himbauan dari pemerintah pusat, untuk menjauhi tempat keramaian dan untuk tera berada di rumah," kata Sari Alam, Senin (6/4).

Sari Alam mengungkapkan sejak sebulan lalu sejumlah hotel dan restoran sudah mulai tutup.
Dan hal tersebut menjadi persoalan diluar kemampuan PHRI.

"Mulai dari wilayah Banten Selatan hingga Anyer dan Tangerang semua terdampak virus corona. Apalagi, pihak hotel maupun restoran tidak bisa memberikan gajinya kepada karyawan karena tidak adanya pelanggan maupun konsumen yang datang ke tempat tersebut," ujarnya.

Lanjut Sari Alam mengatakan, pihaknya memprediksi, okupansi pengunjung terjadi penurunan yang signifikan. Diprediksi baik pengunjung hotel dan restoran mencapai 100 persen. Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar pemerintah pusat dapat mencari solusi bagi para pengusaha hotel maupun restoran agar tidak terpuruk akibat imbas corona.

"Saya sih memprediksi penurunan okupansi bisa mencapai 100 persen. Kalaupun ada yang datang ke hotel atau restoran itu pun hanya sekitar 5-10 persen saja. Informasinya jika pemerintah pusat akan membebaskan Tax Holiday PPH 21, 22, 25, Pb1, pajak reklame dan penundaan PBB. Penundaan pembayaran Listrik, Air sampai kondisi bisnis normal kembali, penundaan pembayaran pinjaman bank dan bunga, memberikan kemudahan agunan atau refinance, memberikan bridging loan pinjaman jangka pendek untuk pembayaran gaji karyawan untuk menghindari PHK," katanya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Tak Ada Tamu Menginap, Belasan Hotel di Lombok Rumahkan 1.316 Karyawan
Asosiasi: Kabar Puluhan Hotel di Bali akan Dijual Tidak Benar
Akibat Corona, 1.139 Hotel di Indonesia Tutup Hingga PHK Karyawan
Turis Sepi Karena Covid-19, 60 Persen Karyawan Hotel di DIY Dirumahkan
Antisipasi Corona, 8 Hotel di Jakarta Tutup dan Beralih Fungsi
Jumlah Pengunjung Turun 95 Persen, Hotel di Puncak Rumahkan Karyawan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami