Imigrasi Catat Ada 358 WN China di Depok, Dinkes Sebar Surat Edaran ke RS

PERISTIWA | 28 Januari 2020 23:34 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Ratusan warga negara China tinggal di Depok, Jawa Barat. Tercatat dari data Imigrasi, ada 358 WN China yang tersebar di Depok.

"WNA China di Depok ada 358 orang. Jumlahnya menyebar di seluruh kecamatan di Depok," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok, Ruhiyat M Tholib, Selasa (28/1).

Dari jumlah tersebut, rata-rata mereka adalah pemegang izin tinggal kunjungan (ITK). Sedangkan yang memiliki izin tinggal terbatas hanya satu orang.

"WNA China yang ada di kami 358 orang. Terdiri dari izin tinggal kunjungan (ITK) sebanyak 357 orang dan izin tinggal terbatas (Kitas) satu orang," ucapnya.

Keberadaan WNA dari manapun, kata dia, tetap harus tercatat dalam manifes pihaknya. Terlebih saat ini sedang ramai virus Corona yang berasal dari China.

Sebagai tindakan antisipasi, pihaknya mengimbau kepada seluruh yang bertugas di kantor Imigrasi kelas II Non TPI Depok untuk selalu hidup dengan sehat, menjaga kebersihan badan maupun lingkungan, selalu mencuci tangan apalagi sebelum makan, memakai masker bila sedang sakit.

"Bila diduga terpapar virus Corona segera konsultasikan diri ke RS atau dokter segera," tambahnya.

Sedangkan untuk kegiatan pemeriksaan imigrasi di perbatasan ada instansi Custom, Immigration, Quarantine (CIQ). "CIQ menjadi garda terdepan dalam penanganan masalah penyakit dan karantina kesehatan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita mengatakan, pihaknya belum menerima laporan adanya warga yang diduga terjangkit virus Corona. Kendati demikian rumah sakit di Depok sudah dilengkapi dengan ruang isolasi, termasuk untuk pasien yang diduga terjangkit.

"Ya kalau RS pasti ada ruang isolasi, tapi belum dikhususkan untuk itu (Corona) kan kasusnya belum ada. Sehingga digunakan untuk yang lainnya dulu," katanya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran sebagai pedoman pelaksanaan jika ditemukan kasus tersebut. "Kalau di RS langkahnya sudah ada di dalam surat edaran itu," tutupnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Beredar Spekulasi Virus Corona Berasal dari Laboratorium Senjata Biologis China
Geger Virus Corona, Lion Air Batalkan & Setop Bertahap Rute Penerbangan Tujuan China
Virus Corona Merebak, Imigrasi Belum Tolak WNA Masuk Indonesia
Waspada Virus Corona, Anggota DPR Usul Kebijakan Bebas Visa Bagi WN China Dicabut
Cegah Virus Corona, Gubernur Olly Dondokambey Tunda Sementara Penerbangan dari China
Menko Airlangga Sebut Harga BBM Bisa Turun Sebagai Dampak Wabah Virus Corona

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.