Imlek dan Harapan Kemakmuran, Rezeki, serta Kesehatan Berlimpah di Tahun Tikus Logam

PERISTIWA | 25 Januari 2020 14:36 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Suasana perayaan Tahun Baru Imlek begitu terasa di Wihara Dharma Bakti. Sejak dini hari, wihara sudah ramai hingga jelang sore ini. Mayoritas datang mengenakan baju warna merah.

Setibanya di wihara, masyarakat etnis Tionghoa langsung menuju tempat beribadat dan membakar dupa. Aroma dupa terasa menyengat, memenuhi ruangan. Setelah itu akan ada pelepasan burung gereja.

Momen ini juga dimanfaatkan sejumlah masyarakat umum melihat prosesi perayaan imlek di Wihara Dharma Bakti. Seperti pengakuan Septian, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka.

"Unik aja kaya lepas burungnya. Terus indahnya. Saya datang sama teman-teman ke sini sejak pagi," tutur Saptian saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/1).

Septian mengaku sudah dua kali melihat langsung kegiatan di wihara ini saat perayaan Imlek.

"Tahun lalu juga datang tapi siangnya ujan. Kalau sekarang kan paginya yang ujan ya," katanya.

1 dari 1 halaman

Di kesempatan terpisah, Relawan Pengurus Wihara Dharma Bakti, Lukas, sedikit menjelaskan makna Tahun Tikus logam dalam penanggalan China.

"Tikus logam ini bermakna kemakmuran, rezeki, kesehatan berlimpah, keberuntungan berlimpah," kata Lukas.

Lukas menyebutkan, makna melepaskan burung gereja sebagai pertanda memberikan kehidupan bagi yang melepaskan burung.

"Berarti kan menghidupkan tidak memusnahkan. Kembali ke habitatnya masing-masing," jelasnya.

Sementara menurut Mulyani, salah satu jemaat yang juga turut melepaskan burung mengaku, ritual itu guna memanjangkan umur serta diberikan banyak rezeki.

"Bagus itu hokinya banyak. Hokinya semakin lama semakin banyak hoki. Dilindungi itu sama Tuhan," kata Mulyani saat ditemui di lokasi.

Dia mengungkapkan, ritual lepas burung bisa dilakukan kapan pun. Tidak melulu harus saat perayaan Imlek.

"Bisa tiap hari, saya aja kalau hari biasa ya lepas lima burung," jelasnya.

Menjelang siang hari, aktivitas jemaat di wihara itu masih terpantau ramai. Wisatawan pun nampak masih memadati wihara. (mdk/lia)

Baca juga:
Menjaga Keberagaman Beragama di Jember Saat Tahun Baru Imlek
Klenteng TITD Pay Lien San, Potret Toleransi Umat Beragama di Jember
Narapidana di Bangka Belitung Penerima Remisi Imlek 2020 Terbanyak
Pedagang Burung Pipit dan Bunga Raup Untung Berlipat di Hari Imlek
Libur Tahun Baru Imlek, Penumpang PT KAI Naik 7 Persen

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.