Imparsial: 11 prajurit Kopassus tak pantas disebut kesatria

Imparsial: 11 prajurit Kopassus tak pantas disebut kesatria
Atraksi HUT TNI. ©2012 Merdeka.com/imam
PERISTIWA | 9 April 2013 15:47 Reporter : Vany Nestia Jayani

Merdeka.com - Direktur Program LSM pemantau pelanggaran HAM Imparsial, Al A'raf tak setuju 11 prajurit Kopassus yang menjadi pelaku penembakan empat tahanan di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, disebut memiliki jiwa kesatria.

"11 orang ini bukan kesatria, dia pelaku pembunuhan. Oleh karenanya enggak tepat disebut sebagai kesatria. Kita harus jernih dong. TNI itu sebagai suatu institusi harus kita selamatkan dari oknum-oknum yang melakukan tindakan melawan hukum," kata Al A'raf di Universitas Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Selasa (9/4).

Menurutnya, tidak ada dalih untuk oknum TNI melakukan tindakan melanggar hukum dengan alasan apapun. Oleh karena itu menurutnya, proses hukum terhadap 11 orang tersebut harus dilakukan.

"Negara enggak boleh kalah dengan tindakan melanggar hukum. Presiden juga tidak boleh permisif dengan tindakan pembunuhan seperti di LP Cebongan," ujarnya.

A'raf mengapresiasi sikap Danjen Kopassus yang menyatakan siap bertanggung jawab, terkait tindakan 11 prajuritnya tersebut. Menurutnya, perlu dilakukan evaluasi terhadap komandan Grup 2 Kopassus, di mana ia menjadi komandan dari 11 anggota tersebut.

"Pertanyaannya, saya belum melihat hingga kini adanya evaluasi terhadap komandan group dua tersebut. Komandan tersebut bisa dikatakan lalai untuk sementara waktu dalam mengontrol pasukannya," tambahnya. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami