Indo Barometer: Mayoritas Warga Tak Puas dengan Cara Jokowi Tangani Covid-19

Indo Barometer: Mayoritas Warga Tak Puas dengan Cara Jokowi Tangani Covid-19
PERISTIWA | 26 Mei 2020 10:41 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Mayoritas masyarakat tidak puas dengan penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal tersebut tergambarkan dalam survei persepsi publik yang dilakukan Radio Republik Indonesia (RRI) dan Indo Barometer pada 12-18 Mei 2020.

Hasil survei tersebut memperlihatkan masyarakat yang tidak puas terhadap penanganan virus corona oleh Presiden Jokowi sebesar 53,8 persen. Dengan pembagiannya, 48,5 persen menyatakan tidak puas dan 5,4 persen menyatakan tidak puas sama sekali.

Alasan tertinggi mengapa masyarakat tidak puas disebabkan kebijakan yang tidak konsisten dengan 17,3 persen responden menjawab.

Berikutnya, pemerintah lambat mendistribusikan bantuan sosial (10,7 persen), data penerima bantuan tidak akurat (10,1 persen), penanganan secara umum lambat (10,1 persen).

Kemudian, kebijakan presiden dan pembantunya sering berbeda (8,9 persen), aturan banyak dilanggar (6,5 persen), pasien terinfeksi semakin banyak (6 persen), pemerintah tidak tegas terhadap TKA (5,4 persen), penerapan PSBB tidak serius (5,4 persen).

Pemerintah kurang perhatian terhadap rumah sakit rujukan Covid-19 (4,8 persen), kebijakan pemerintah simpang siur dan meresahkan masyarakat (4,8 persen), bantuan pemerintah tidak sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (3 persen).

Ekonomi Indonesia terpuruk (3 persen), banyak konflik tentang bantuan sosial (2,4 persen), penanganan lebih cepat di daerah (1,8 persen).

1 dari 1 halaman

45,9 Persen Puas

Sedangkan, 45,9 persen dari responden menyatakan puas terhadap penanganan virus corona oleh pemerintah. 2 Persen di antaranya menyatakan sangat puas, dan sisanya menyatakan puas.

Pihak yang puas terhadap penanganan pemerintah beralasan; penanganan PSBB sudah cukup baik (31,1 persen), penanganan cepat tanggap (19,2 persen), mulai banyak yang sembuh (10,6 persen).

Selanjutnya, kebijakan PSBB sudah tepat (9,3 persen), terlihat kerja nyata (6 persen), Jokowi mementingkan rakyat banyak (4,6 persen), sosialisasi himbauan pencegahan sudah baik (4,6 persen).

Ada beragam bansos dari pusat (4 persen), penanganan di Indonesia cukup bagus dibandingkan negara lain (2,6 persen), pemerintah menanganinya secara serius (2,6 persen), fasilitas kesehatan sudah memadai (2,6 persen).

Keterbukaan informasi perkembangan data pasien (1,3 persen), persentase yang terinfeksi masih rendah dibandingkan jumlah penduduk (1,3 persen).

Survei ini dilaksanakan di 7 provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten dan Sulawesi Selatan. Pengumpulan data dilakukan pada 12-18 Mei 2020.

Metode penarikan sampel menggunakan quota & purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 400 orang dengan margin of error 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden dilakukan wawancara via telepon seluler dengan kuesioner. (mdk/rnd)

Baca juga:
Tanpa Perhitungan Matang, New Normal Bisa Picu Ledakan Covid-19
Pengamat Nilai Penerapan New Normal Harus Dimulai dengan Merekayasa Sosial
Tak Terurus, Kapal Wisata di Labuan Bajo Rusak dan Tenggelam
Surabaya Bentuk Kampung Wani Covid-19 di Setiap RW, Ini Tugasnya
Anies Baswedan Sebut PSBB Signifikan Tekan Penularan Corona di Jakarta
Update Pasien Covid-19 Lebaran Hari ke-2: 22.750 Positif, 5.642 Sembuh, 1.391 Wafat

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5