Indonesia Laporkan Dugaan Eksploitasi ABK asal Indonesia ke Dewan HAM PBB

Indonesia Laporkan Dugaan Eksploitasi ABK asal Indonesia ke Dewan HAM PBB
PERISTIWA | 14 Mei 2020 15:01 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Pemerintah mengambil langkah tegas dan meminta secara resmi pada Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Dewan HAM PBB, agar memberi perhatian pada kasus dugaan pelanggaran HAM dalam industri perikanan. Langkah itu diambil setelah adanya laporan dugaan eksploitasi Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia di Kapal berbendera China.

"Pemerintah serius mengusut dugaan eksploitasi ABK asal Indonesia. Oleh karena itu kita telah melaporkan kasus ini kepada Dewan HAM PBB," jelas Juru Bicara Presiden Bidang Hukum Dini Purwono dalam pesan singkat, Kamis (14/5).

Dia menjelaskan, pada 8 Mei lalu di Jenewa, Dewan HAM PBB telah membahas upaya global dalam memberikan jaminan perlindungan HAM dalam penanganan Covid-19. Kemudian dia juga menjelaskan perwakilan Indonesia Duta Besar Hasan Kleib secara khusus meminta Dewan HAM memberi perhatian kepada pekerja industri perikanan.

Pemerintah Indonesia mengingatkan pentingnya peran Dewan HAM untuk memberikan perlindungan kepada kelompok rentan yang sering luput dari perhatian, dalam hal ini ABK yang bekerja di industri perikanan.

Dini mengatakan perlindungan kepada pekerja industri perikanan penting karena salah satu industri kunci rantai pangan dan pasokan global, terutama di tengah situasi pandemi COVID-19 saat ini.Kemudian saat ini kata Dini pihak kepolisian tengah mengejar pihak penyalur dengan dugaan tindak pidana perdagangan orang.

"Saat ini Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI sudah mulai membuka kasus ini dengan dugaan tindak pidana perdagangan orang, dan akan menelusuri pihak penyalur tenaga kerja tersebut," tegas Dini. (mdk/noe)

Baca juga:
Minimnya Kompetensi Bikin ABK Indonesia Jadi Budak di Kapal Asing
Polisi Periksa Direktur Perusahaan Penyalur ABK WNI di Kapal China Dibuang ke Laut
ABK Jadi Korban Tumpang Tindih Aturan
Kemenaker Diminta Ratifikasi Konvensi ILO 188 Lindungi ABK WNI di Luar Negeri
Nestapa ABK RI, Pendidikan Rendah Buat Mudah Tergiur Iming-Iming Gaji Tinggi
Kemenaker Akui Aturan Perlindungan ABK WNI di Luar Negeri Belum Rampung

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami