Hot Issue

Indonesia Waspada Mutasi Virus Corona dari India

Indonesia Waspada Mutasi Virus Corona dari India
Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock
PERISTIWA | 28 April 2021 09:12 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Di tengah menipisnya stok vaksin Covid-19, India dihantam tsunami Covid-19. Negara Hindustan itu baru menyuntikan vaksin kepada 141 juta warganya, sedangkan jumlah penduduknya mencapai 1,3 miliar. Pada 16 April lalu, kasus harian Covid-19 di India mencapai 217.353 kasus.

Sejak hari itu, kasus positif Covid-19 di negeri Bollywood itu selalu tembus di atas 200 ribu kasus per hari. Bahkan pada 22 April, India mencatat rekor kasus harian Covid-19 terbanyak di dunia yakni mencapai 314.835 kasus.

Berdasarkan data Worldometer per 27 April 2021, 23:56 GMT, kasus positif Covid-19 di India mencapai 17.988.637 kasus. Dengan kasus kematian mencapai 201.165 dan hanya 14.807.704 orang yang sembuh.

Dilansir dari Kantor Berita AFP, festival keagamaan di India disebut sebagai salah satu penyebab munculnya gelombang kedua Covid-19 di India itu. Sebanyak 5 juta orang dikabarkan mengikuti Festival Kumbh Mela di beberapa Sungai di India, seperti di Sungai Gangga di Haridwar, Sungai Allahabad di Prayagraj, Sungai Nashik di Godavari, dan Ujjain di Shipra.

Berdasarkan foto-foto festival itu yang tersebar di internet, terlihat dengan jelas bahwa para peserta festival tidak mengindahkan protokol kesehatan sama sekali. mereka tidak menjaga jarak dan tidak menggunakan masker.

Sebagai informasi, festival tersebut merupakan ajang pertemuan umat Hindu terbesar di dunia yang dirayakan empat kali dalam kurun waktu 12 tahun. Ritual mandi suci di Sungai Gangga itu dipercayai dapat menghapuskan dosa-dosa

Penyelenggara festival, Siddharth Chakrapani, mengatakan para warga India juga percaya, mereka akan selamat dari bahaya pandemi Covid-19 jika mensucikan diri di Sungai Gangga. Sebenarnya, festival ini bukan hanya berlangsung di Sungai Gangga saja, namun juga berlangsung di beberapa sungai

Bahaya Mutasi Virus Corona di India

Virus Corona yang menular di India pun bermutasi. Dikutip dari The Independent, India melaporkan telah mendeteksi varian triple mutasi virus Corona baru di beberapa negara bagian seperti West Bengal, Maharashtra, dan Delhi.

Mutasi varian baru virus itu disebut lebih menular dan mematikan karena terdiri dari kombinasi tiga strain virus Corona yang berbeda. Epidemiolog dari Universitas McGill, Kanada bahkan mengatakan bahwa para pakar perlu untuk meneliti kemanjuran vaksin terhadap triple mutasi virus itu.

"Kami harus mengutak-atik vaksin, untuk itu kita perlu memahami penyakitnya, tapi kita perlu sequencing genome," kata Epidemiolog Universitas McGill Madhukar Pai dikutip The Independent, Rabu (28/4).

Secara terpisah, Pejabat teknis utama World Health Organization (WHO) Maria Van Kerkhove mengungkapkan bahwa mutasi virus Corona di India itu berasal dari mutasi ganda E484Q dan L452R. Dia mengatakan bahwa varian virus asal India itu mengkhawatirkan karena lebih cepat menular serta mampu lolos dari serangan antibodi.

"Ini adalah varian Corona yang kami tinjau terus. Memiliki dua mutasi virus ini mengkhawatirkan," kata Maria Van Kerkhove dikutip dari website WHO www.who.int, Rabu (28/4).

Baca Selanjutnya: Apakah Mutasi Virus Corona dari...

Halaman

(mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami