Informasi Penculikan Anak di Kupang yang Viral Ternyata Hoaks

PERISTIWA | 17 Januari 2020 08:08 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Beberapa hari terakhir ini masyarakat Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dibuat resah dengan pesan berantai di WhatsApp tentang penculikan anak.

Bahkan sebuah video berdurasi satu menit lebih disebar dan viral, jika Polres Kupang Kota telah menangkap seorang pelaku dugaan penculikan anak, di Oebobo.

Akibat penyebaran berita bohong tersebut, banyak siswa yang enggan ke sekolah. Para orang tua pun khawatir dengan keberadaan anak mereka di sekolah, walaupun Polsek Oebobo menyatakan tidak pernah menangkap seorang pun terkait kasus dugaan penculikan anak, dalam beberapa hari terakhir ini.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manasye Jaha kepada wartawan mengatakan, pihaknya mengamankan enam warga, karena postingan mereka di facebook.

Postingan yang meresahkan dan beredar luas di media sosial tersebut berbunyi, "Tadi Siang Anak-anak atas nama Yeyen Lomi, siswa SDN Oebobo 2 diajak orang tak dikenal naik mobil. Namun anaknya tidak mau. Terus diburu sampai ke gang. Yeyen teriak minta tolong. Untung ada anak-anak di biliard samping SD yang kejar mobil dan dilempar kaca mobilnya pecah. Mobil DH 1541 AH. Sekarang sementara di periksa nomor plat DH di Samsat Polda NTT. Hati-hati selalu waspada. Sekolah-sekolah diperketat keamanan, dipastikan anak-anak sudah dijemput orang tua atau wali".

"Mereka kita jemput dan periksa tadi malam karena postingannya sudah meresahkan dan tidak benar alias hoaks," jelasnya, Jumat (17/1).

1 dari 1 halaman

Selain para remaja, ada juga sejumlah ibu rumah tangga ikut diamankan untuk dimintai keterangan kepada polisi mengenai postingan mereka di Facebook.

Mereka dijemput di rumah masing-masing oleh anggota Buru Sergap, ada juga yang diantar kerabatnya. Tiba di Mapolres, para penyebar hoax tersebut langsung diperiksa penyidik unit tindak pidana tertentu (Tipiter).

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, kepada wartawan mengatakan, mereka yang diamankan masing-masing berinisial, P (63), H (37), I (27), F (25), J (23) dan M (33).

"Mereka adalah ibu rumah tangga, mahasiswa dan pekerja swasta yang mengaku,kalau postingan mereka di media sosial baik foto, informasi dan video didapat dari pihak lain kemudian langsung diteruskan ke media sosial facebook milik mereka," jelasnya.

Usai diperiksa, tujuh warga ini langsung dipulangkan ke rumah masing-masing, dengan perjanjian tidak mengulangi perbuatan mereka.

Hasri menambahkan, dari hasil pelacakan, kendaraan bernomor polisi DH 1541 AH tersebut merupakan milik seorang warga atas nama Angel T Tanay, pensiunan yang tinggal di RT 03/RW 01 Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo Kota Kupang.

Pemilik mobil kaget dengan kedatangan polisi, karena mobilnya sudah lama mengalami kerusakan dan sudah bertahun-tahun tidak beroperasi.
Mobil pembuatan tahun 1997 ini, merupakan minibus suzuki carry ST 130 futura warna kuning dan merupakan mobil angkutan kota.

"Kami imbau kepada masyarakat Kota Kupang, agar menggunakan media sosial secara bijak dan jika ada persoalan hendaknya dilaporkan ke aparat kepolisian dan bukan diposting di media sosial," tegasnya. (mdk/bal)

Baca juga:
PAUD Ditutup, Polisi Akui Mudahkan Penyelidikan Kasus Balita tanpa Kepala
Kasus Balita Tanpa Kepala di Samarinda jadi PR Polisi di Tahun 2020
Pemkot Samarinda Vakumkan PAUD Hilangnya Balita Yusuf
Balita 2 Tahun di Bekasi Hilang, Diduga Dibawa Kabur Teman Lama Sang Ibu
Cegah Penculikan Anak, Disdik Samarinda Minta Sekolah Atur Penjemputan
Soal Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Polisi Sebut Korban Tercebur ke Parit

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.