Ingin Makam Istri Dipindahkan dari Khusus Covid-19, Suami di Gowa Temui Gugus Tugas

Ingin Makam Istri Dipindahkan dari Khusus Covid-19, Suami di Gowa Temui Gugus Tugas
PERISTIWA | 5 Juni 2020 16:08 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Keinginan Andi Baso Ryadi Mappasulle, (46), warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, untuk memperjuangkan pemindahan jenazah istrinya, Nurhayani Abram (48) dari pekuburan Macanda Gowa, khusus pasien Covid-19 ke kampung leluhurnya di Kabupaten Bulukumba, kian kuat.

Upaya Andi didukung masyarakat karena banyak warga lain yang senasib istrinya, meninggal dunia karena penyakit lain tapi ditetapkan status PDP dan dimakamkan di pekuburan khusus Covid-19. Padahal hasil tes swab baru keluar setelah pemakaman dan ternyata dinyatakan negatif.

"Saya ikhlas, biarlah kasus istri saya ini jadi penolong bagi warga lain yang senasib. Jenazah harus dipindahkan karena ternyata bukan Covid-19 sesuai hasil tes swab yang negatif. Saya bermaksud menggugat secara hukum sekalipun jika itu harus. Tapi sebelumnya saya upayakan ketemu dulu tim gugus dan sudah diterima oleh juru bicara tim gugus Sulsel Ichsan Mustari," kata Andi saat dikonfirmasi, Jumat (5/6).

Tapi dalam pertemuan itu, kata Baso, belum ada progres. "Di saat bersamaan, saya mendapat telepon dari Gubernur Sulsel selaku ketua tim gugus. Dijanjikan akan ditemui tapi jadwalnya masih dikomunikasikan. Respon Pak Gubernur ini titik terang bagi kami, semoga ada hasil dari perjuangan memindahkan kuburan istri saya," kata Baso.

Hal lain yang terpenting dari perjuangannya ini, kata Baso, adalah soal cap PDP Covid-19 yang disematkan sebelum keluar hasil swab. Hasil tes swab belum keluar tapi sudah disematkan status PDP dan pemulasaran jenazah pun secara protokol Covid-19.

"Ini disesalkan karena setelah tes swab keluar, hasilnya negatif. Jenazah sudah terlanjur di-PDP-kan. Dan keluarga pun dapat imbasnya. Tidak ada yang datang ke kami sekalipun itu menyampaikan duka. Sebaliknya justru langsung dikucilkan, bisnis juga terganggu," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat ditemui wartawan usai Salat Jumat di masjid Al Markaz Al Islami mengatakan, jika ternyata hasil tes swab pasien PDP itu negatif, ditunggu waktu untuk dibuat kajian dulu. "Jika sudah tidak menularkan, bisa dipindahkan, tidak ada larangan untuk memindahkan (kuburan jenazah). Dalam agama kita itu bisa," ujarnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Cerita Salat Jumat Pertama di Masjid Balai Kota Depok Setelah Tutup 97 Hari
JK: Alhamdulillah Setelah Tak Jumpa Salat Jumat Hampir 3 Bulan
Jokowi Minta Bantuan JK Tangani Kasus Covid-19 di Jatim, Kalsel & Sulsel
Cegah Munculnya Krisis Pangan Akibat Pandemi, Ini Kata Satgas Pesantren di Jogja
Kembali Gelar Salat Jumat, Jemaah Masjid KH Hasyim Asy'ari Membludak
Per Jumat 5 Juni 2020, 612 Pasien Masih Jalani Rawat Inap di Wisma Atlet
Ramaikan #WisudaLDR2020, Foto Wisuda Dian Sastro Bikin Salfok Warganet

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami