Ini 5 pos kementerian Jokowi yang dinilai buruk kerjanya versi SMRC

Ini 5 pos kementerian Jokowi yang dinilai buruk kerjanya versi SMRC
Presiden Jokowi. ©Setpres RI/Cahyo
PERISTIWA | 23 Oktober 2016 21:30 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis survei masyarakat terhadap kinerja menteri kabinet kerja era Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla selama 2 tahun terakhir. Direktur Program SMRC, Sirojudin Abbas mengatakan, masyarakat menilai ada 5 pos kementerian yang mendapat rapor merah per Oktober 2016.

Sirojudin berharap Jokowi-JK segera melakukan evaluasi dan perbaikan kelima pos kementerian tersebut.

"Sementara Kementerian paling buruk, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, sebanyak 7,6 persen, kemudian, Kementerian Pemuda dan Olahraga 4,0 persen, Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan 3,8 persen, Kementerian Hukum dan HAM dengan 2,7 persen, serta Kementerian Ketenagakerjaan 2,7 persen," kata Sirojudin di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Minggu (23/10).

Sirojudin menyebut kementerian yang dianggap paling baik yakni Kementerian Kelautan dan Kementerian Agama. Selanjutnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan.

"Kementerian yang paling baik adalah Kelautan dan Perikanan sekitar 23 persen, selanjutnya Kementerian Agama 8,4 persen, Kemendikbud 5,5 persen dan Kementerian Keuangan 4,6 persen," terangnya.

Berdasarkan survei ini, 69 persen warga mengaku puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Sedangkan, untuk kinerja Jusuf Kalla, sekitar 63 persen warga merasa puas dengan kinerjanya selama dua tahun memerintah dan mendampingi Jokowi.

"Mayoritas warga sekitar 69 persen sangat atau cukup puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Itu tingkat kepuasan tertinggi sejak Jokowi dilantik," ucapnya.

Survei ini dilakukan pada 13-17 Oktober 2016. Populasi survei ini melibatkan seluruh warga Indonesia yang memiliki hak pilih di Pemilu yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Populasi survei sendiri dilakukan dengan metode random (multistage random sampling) 1.220 responden. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Selain itu, untuk response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1035 atau 84,8 persen. Sebanyak 1035 responden yang dianalisis. Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut sebesar +/- 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (dengan asumsi simple random sampling). (mdk/sho)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami