Ini alasan teroris jadikan polisi target serangan

PERISTIWA | 1 Juli 2017 18:01 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Dalam satu pekan terakhir, aparat kepolisian menjadi sasaran penyerangan oleh pihak yang diduga bagian dari kelompok ISIS. Serangan pertama terjadi di Mapolda Sumatera Utara pada 25 Juni dan serangan kedua di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan Jumat (30/6) malam.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan penyerangan terhadap personel kepolisian dilakukan para teroris lantaran mereka menganggap polisi kafir.

"Kan sudah dibilang kita (polisi) dibilang kafir harbi," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu, (1/7).

Kafir harbi merupakan sebutan bagi orang yang menampakkan permusuhan dan menyerang kaum muslimin. Setyo pun mengatakan bagi para pelaku kepolisian masuk dalam kategori kafir harbi sehingga menjadi sasaran penyerangan.

"Iya (polisi dianggap) yang menghambat mereka (kelompok teroris)," ujarnya.

Para pelaku teror pun melakukan serangan dengan menggunakan alat seadanya. Hal ini dilakukan para pelaku lantaran adanya seruan dari Bahrun Naim.

"Ada imbauan dari Bahrun Naim yang disampaikan, kalau kamu tidak punya bom, ya serang lah pakai senjata api, kalau tidak punya senjata api serang lah pakai pisau," pungkas Setyo. (mdk/dan)

Baca juga:

Ini kronologi penikaman anggota Brimob sampai pelaku tewas ditembak

Cerita Mulyadi Empang digerebek polisi diduga penikam anggota Brimob

Pusdokkes Polri ambil sampel DNA penikam Brimob buat identifikasi

Teroris marak serang polisi pakai pisau karena seruan Bahrun Naim

Mendagri sebut pelaku penyerang 2 Brimob belum rekam e-KTP

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.