Ini beda fungsi dan wewenang Kasum & Wakil Panglima TNI

PERISTIWA | 25 Juni 2015 14:31 Reporter : Ramadhian Fadillah

Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Moeldoko menghapus jabatan Kepala Staf Umum (Kasum). Sebagai gantinya, Moeldoko akan mengaktifkan kembali jabatan Wakil Panglima TNI. Dulu di era Presiden Gus Dur, jabatan tersebut sempat dihapus.

Lalu apa beda antara kepala staf umum dan Wakil Panglima TNI?

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menjelaskan tugas Kasum adalah mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan Panglima TNI. Kasum juga berperan sebagai ketua dewan penentu kebijakan dan mengkoordinasikan atas Pembangunan Kekuatan Alutsista yang dijalankan di angkatan masing-masing.

Namun Kasum tak punya wewenang komando. Sementara wakil Panglima TNI bisa mengambil alih komando jika Panglima TNI berhalangan. Inilah perbedaan dasarnya.

"Apabila ada kesulitan ada wakil panglima, maka akan secara otomatis wakil panglima akan mengambil tanggung jawab operasi, tanggung jawab kendali. Sekarang ini, organisasi TNI tidak seperti itu. Kepala Staf Umum itu membawahi dan mengkoordinasikan unsur-unsur para kepala staf asisten. Sehingga kalau terjadi sesuatu, dia tidak bisa alih komando. ini sebenernya latar belakang itu," beber Moeldoko di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (25/6).

Kasum merupakan jabatan bagi jenderal bintang tiga. Namun kemungkinan Wakil Panglima TNI akan diisi oleh jenderal bintang empat. Dulu di era Soeharto, Wapang memang diisi jenderal penuh.

"Bisa jadi mantan kepala staf atau orang yang nanti disiapkan sebagai kepala staf angkatan. Nanti kasum nggak ada lagi. jabatan kasum dihapus," kata Moeldoko.

Menurut Moeldoko fungsi Wakil Panglima TNI lebih dibutuhkan daripada Kasum untuk organisasi TNI saat ini.

"Panglima TNI memerlukan sebuah wakil lagi agar apa? Agar tugasnya semakin fit. Apalagi kalau panglima TNI sedang keluar. Kita memliki pasukan di PBB. 4000 Lebih prajurit di luar negeri. Kita punya pasukan operasi yang tersebar di perbatasan," lanjutnya.

Moeldoko pun menegaskan Wapang akan menggunakan semua fasilitas Kasum yang saat ini dijabat oleh Marsekal Madya Dede Rusamsi. Jadi tak ada hal yang tidak efisien.

"Semua fasilitas Kasum diserahkan kepada wakil panglima TNI. Nggak ada yang diubah, nggak ada yang ditambah. Jadi nggak ada istilahnya tidak efisien."

Baca juga:

Panglima TNI: Jabatan Kasum dihapus diganti wakil panglima

Panglima TNI: Wakil panglima bisa ambil tanggung jawab operasi

Jenderal Gatot Nurmantyo bagi ratusan bingkisan ke anak yatim

Siapa anggota TNI pemilik nomor 'keramat' NRP 0001?

5 Pasukan elite Indonesia 'tak dikenal' dunia tapi sangat mematikan

(mdk/ian)

TOPIK TERKAIT