Ini ciri informasi hoax di media sosial, jangan ikut menyebarkan

PERISTIWA | 27 Januari 2017 14:39 Reporter : Didi Syafirdi

Merdeka.com - Penyebaran informasi bohong atau hoax semakin masif dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab. Hal seperti ini sulit dibendung di media sosial seiring dengan kemajuan teknologi.

Selama ini masyarakat masih mudah terpancing dengan menelan mentah-mentah konten negatif di medsos. Bahkan, di Samarinda warga sempat bentrok karena adanya kabar hoax.

Pengamat Media Sosial Nukman Luthfie menyarankan kepada siapapun yang menggunakan Medsos untuk lebih cerdas saat menerima informasi. Selain itu, perlu juga cek ricek tentang sumber info tersebut.

"Kuncinya adalah literasi (pemahaman) dan kecerdasan masyarakat dalam menyaring berita atau informasi," ujarnya, Jumat (27/1).

Nukman menilai literasi masyarakat terhadap informasi baik di media maupun Medsos sangat rendah. Hal itu dipengaruhi banyak faktor, pertama, sering kali pembaca hanya melihat judulnya tanpa dipahami isi dan langsung menyebarkannya.

"Sebagian konten hoax itu judulnya pasti bombastis, padahal isinya tidak ada apa-apanya. Yang membahayakan itu ketika judul-judul tidak benar terus menyebar dan orang terus menyebarkan lagi," ungkapnya.

Menurutnya, dalam statistik sebuah lembaga hampir 40 persen konten di Medsos tidak pernah dibuka. Fakta inilah yang menjadi salah satu cikal bakal hoax. "Bisa dibayangkan betapa besar dampak hoax tersebut," tandasnya.

Baca juga:

Warga di Samarinda nyaris bentrok gara-gara kabar hoax

'Penyebaran informasi hoax menimbulkan keresahan di masyarakat'

Ahok-Djarot dikabarkan ribut & lempar gelas, ini penjelasan keduanya

Wiranto sebut di belahan dunia juga banyak serangan berita hoax

Setop sebarkan informasi hoax dan ujaran kebencian!

'Radikalisme dan informasi hoax masalah serius, harus dilawan'

(mdk/did)