Ini Identitas Penabrak Penyewa Grabwheels Hingga Tewas Dekat FX Sudirman

PERISTIWA | 14 November 2019 16:41 Reporter : Tri Yuniwati Lestari

Merdeka.com - DH, telah ditetapkan tersangka kasus kecelakaan terhadap penyewa GrabWheels di dekat FX Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (10/11) sekira pukul 03.45 Wib. Toyota camry yang dikendarai DH menabrak dua korban hingga tewas.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, DH tidak dijebloskan ke penjara dengan alasan tidak akan melarikan diri serta tidak menghilangkan barang bukti. Setali tiga uang, tidak ditahannya DH memunculkan desas desus jika yang bersangkutan merupakan anak pejabat.

Benar saja. Salah satu korban selamat, Fajar Wicaksono mengatakan DH merupakan anak Anggota DPD RI Emma Yohana. Pun dirinya sempat bertemu Emma sesaat setelah kejadian. Saat itu Emma menjenguk para korban yang dirawat di Rumah Sakit Mintoharjo, Jakarta Pusat.

"Bu Emma ini janji bakal lakukan yang terbaik untuk para korban. Bilang mau tanggung jawab lah dia," kata Fajar saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (14/11).

Penelusuran merdeka.com, Emma Yohana merupakan anggota DPD RI dapil Sumatera Barat. Pernikahan Emma dengan suaminya, H Hariadi dikaruniai beberapa orang anak, salah satunya bernama Dhanni Hariyona yang identik dengan inisial DH.

Dhanni yang seorang pengusaha merupakan Wakil Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia).

Sedangkan Emma, menjadi petahana di dapil Sumbar beberapa kali. Emma menjadi senator sejak tahun 2009. Pada periode 2009-2014 Emma memperoleh suara sebanyak 203.587, yang menjadikannya pengumpul suara terbanyak kedua setelah Irman Gusman (293.070 suara) untuk Dapil Sumbar.

Selanjutnya, 2014-2019 Emma kembali terpilih dengan perolehan suara terbanyak kedua setelah Irman Gusman.

1 dari 3 halaman

Polisi Berdalih Tak Dalami Latar Belakang Pelaku

Saat dikonfirmasi, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar menyatakan tidak memperdalami latar belakang pelaku, karena pasalnya penyidik hanya memperdalami mengenai kronologis kejadian.

"Saya tidak memperdalami masalah itu karena kalau penyidik lebih kepada hal-hal yang terkait masalah kronologis kejadian," ucap Fahri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/11).

Fahri mengatakan tidak mengetahui siapa orang tua dari pelaku penabrak skuter Grabwheels. Ia juga menambahkan saat penyidikan lebih lanjut ditemukan ternyata korban ada enam orang.

"Siapa orang tuanya, kan kita tidak memperdalami masalah itu yang kita dalami justru bagaimana kronologis kejadian itu terjadi. Kemarin identifikasi awal kita tiga korban, ternyata pada saat penyidikan. Kita dapat info berkembang ternyata pada saat itu ada enam orang," sambung Fahri.

"Bukan tabrak lari, sekali lagi saya garis bawahi bukan tabrak lari, karena si pengemudi sempat turun," ujar Fahri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (13/11).

2 dari 3 halaman

Polisi Sebut Korban Bukan Tabrak Lari

Pun Fahri bersikeras mengatakan kejadian itu bukan kasus tabrak lari. Sebab, menurutnya, pengendara mobil mewah berinisial DH sempat turun setelah kendaraannya menabrak enam orang yang mengendarai skuter listrik.

"Bukan tabrak lari, sekali lagi saya garis bawahi bukan tabrak lari, karena si pengemudi sempat turun," ujar Fahri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (13/11).

3 dari 3 halaman

Saksi Sebut Pelaku Tak Turun Menolong Usai Tabrak Korban

Alan Darmasaputra, kakak kandung Ammar membantah polisi. Menurut kesaksian teman-temanya Ammar adik kandungnya yang menjadi korban dilarikan ke rumah sakit atas bantuan teman-temannya yang ada di lokasi.

"Teman-teman almarhum yang selamat meminta atau menyetop mobil lain untuk membawa korban ke rumah sakit," kata Alan saat dihubungi, Kamis (14/11)

Alan mengatakan bila pelaku berniat menolong seharusnya ia membawa korban ke dalam mobil miliknya dan langsung membawa ke rumah sakit.

"Sama sekali tidak benar, pelaku langsung melarikan diri. Kalaupun mau menolong, angkat saja korban ke rumah sakit dengan mobil pelaku," ucap Alan.

Pernyataan kepolisian yang mengatakan bahwa pelaku sempat turun dari mobil untuk menolong korban juga dibantah oleh Alan.

"Logikanya orang sedang mabuk dan tidak konsen dalam berkendara. Mana bisa keluar untuk menolong," tuturnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Keluarga Korban Grabwheels Ditabrak di Sudirman Kecewa Pelaku Tak Ditahan
Alasan Belum Ada Payung Hukum, Alasan Polisi Tak Bisa Tertibkan Skuter Listrik
Tabrak Penyewa Grabwheels Hingga Tewas, Sopir Camry Tak Ditahan Polisi
YLKI Minta Grab Hentikan Sementara Penyewaan Grabwheels
Kakak Penyewa Grabwheels Tewas Bantah Polisi: Orang Mabuk Mana Bisa Nolong